Beranda Entertainment Di Pelantikan KOMPAK, Ardiansyah Tegaskan Kutim Terbuka Untuk Semua

Di Pelantikan KOMPAK, Ardiansyah Tegaskan Kutim Terbuka Untuk Semua

62 views
0

SANGATTA – Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terbuka untuk semua warga Indonesia. Hal ini ditegaskan Ardiansyah saat menghadiri pelantikan Kerukunan Organisasi Masyarakat Pangkep (KOMPAK) masa bakti 2021-2026 di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna, Sabtu (13/11/2021).

Dihadapan Bupati Kabupaten Pangkep Muhammad Yusran Lalogau yang hadir bersama isteri, Wakil Bupati Kasmidi Bulang serta unsur Forkopimda yang hadir, serta seluruh warga Pangkep, Ardiansyah menjelaskan masyarakat asal Pulau Sulawesi, merupakan penduduk terbanyak kedua yang bermukim di Kutim. Dengan jumlah sekitar 32 persen, termasuk warga dari Kabupaten Pangkep.

“Ini menunjukkan bahwa Kutim terbuka bagi siapa saja,” kata Ardiansyah yang hadir mengenakan baju batik lengan panjang. 

Bisa mengembangkan apa saja dengan tujuan bersama membangun Kutim. Apalagi Kutim memiliki potensi sumber daya alam luar biasa. Salah satunya garis pantai yang mencapai hampir 200 kilometer.

Dengan banyaknya keberagaman suku dan budaya yang menyatu berdampingan dengan baik, diharapkan menjadi modal positif dalam pembangunan. Kehadiran KOMPAK mampu bersinergi dan membantu Pemkab Kutim untuk mewujudkan program pembangunan yang lebih baik.

“Bersama-sama seluruh masyarakat, mari kita wujudkan Kutai Timur Sejahtera Untuk Semua” tutupnya. 

Sementara itu, Bupati Kabupaten Pangkep Muhammad Yusran Lalogau yang hadir bersama isteri dan beberapa pejabat teras Pemkab Pangkep berharap, masyarakat Pangkep yang ada di Kutim bisa membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan program kerjanya.

“Saya berharap warga Kompak tetap memegang teguh semboyan leluhur kita, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung dan jadilah warga Kutim yang baik,” pintanya.

Terakhir dia menitipkan pesan dalam bahasa Pangkep, agar sifat Sipakatau (saling menghormati), Sipakainge (saling mengingatkan) dan Sipakalebbi (saling menghargai), terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai. (hms8/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here