Beranda Pemerintahan Konsultasi Publik Transformasi Perkebunan Berkelanjutan Kutim – Buka Peluang Peningkatan Investasi Inovatif

Konsultasi Publik Transformasi Perkebunan Berkelanjutan Kutim – Buka Peluang Peningkatan Investasi Inovatif

92 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam momen kegiatan dialog dan konsultasi publik bertajuk “Transformasi Perkebunan Berkelanjutan Kutim” gelaran Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim. Foto: Hasyim/Dokpim

SANGATTA- Dalam kegiatan dialog dan konsultasi publik bertajuk “Transformasi Perkebunan Berkelanjutan Kutim” gelaran Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengarahkan seluruh pemangku kebijakan dan sejumlah peran lembaga swasta, untuk memaksimalkan kontribusi. Salah satunya produksi sawit yang ada di Kutim.

“Untuk diketahui nilai investasi di Kutim pada tahun 2021 naik drastis mencapai Rp 9 triliun dibandingkan sebelumnya pada 2020 hanya bernilai Rp 3 triliun. Hal ini membuktikan potensi produksi sawit di Kutim sangat besar karena kita memiliki total perkebunan sawit mencapai ratusan ribu hektare yang sudah memiliki hak guna usaha (HGU),” tegas Ardiansyah saat menjadi keynote speaker didampingi Kepala Bappeda Kutim Suprihanto, Sekretaris Disperindag Kutim Muhammad Idris, dan sejumlah perwakilan kepala OPD-OPD Pemkab Kutim dan stakeholder terkait di Pelangi Room, Hotel Royal Victoria, Kamis (17/2/2022).

Selain itu diperlukan konektivitas dengan dukungan suasana kondusitifitas yang baik di daerah-daerah untuk bisa menerima investasi besar. Karena Kutim memiliki keniscayaan fokus dalam perkebunan lanjutan, maka menurut Ardiansyah investasi ini menjadi hal yang harus ditingkatkan. Kemudian, hal yang harus diperhatikan adalah petani sawit agar dapat income atau pendapatan yang memadai.

‚ÄúTidak hanya dari sektor sawit namun juga dari kakao dan karet. Hasilnya pertumbuhan ekonomi dari masyarakat lewat pendapatan per kapita. Karena kita memiliki kemitraan dengan perusahaan. Mudah-mudahan konsep ini terus dilakukan,” harapnya.

Nantinya jika perusahaan Kobexindo dan Pabrik Methanol BCIP, sambung Ardiansyah, tentunya menambah investasi berkelanjutan semakin menggeliat. Kutim ingin menciptakan lapangan kerja untuk 50 ribu orang. Untuk itu hal ini bisa mempengaruhi konsep perkebunan berkelanjutan yang memiliki kontribusi untuk masyarakat.

Senada, Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Disbun Kutim Didik Prayitno mengatakan, poin utama dalam kegiatan ini untuk mengapresiasi peran sinergitas Pemerintah Pusat dan Provinsi terhadap Kutim. Terkait upaya penyusunan rencana perkebunan berkelanjutan selaras dengan arahan pemerintah nasional.

“Tujuan utama implementasi perkebunan berkelanjutan agar Kutim menarik peluang investasi dengan format inovatif dan baru terwujud. Kemudian bebas konflik dan SDM, pentingnya hilirisasi produk dengan pemahaman pasar yang baik dan memasukkan hal tertulis yang disesuaikan lagi ke dalam dokumen,” terangnya. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here