Beranda Pemerintahan Bupati Tinjau Banjir dan Rapat Penanggulangan – BPBD Kutim Siaga di Km...

Bupati Tinjau Banjir dan Rapat Penanggulangan – BPBD Kutim Siaga di Km 1 dan Km 8

261 views
0

Saat Bupati Ardiansyah Sulaiman meninjau lokasi banjir di Sangatta Utara. Foto: Ist

SANGATTA- Setelah meninjau penanganan longsor di Kilometer 20 Jalan Poros Sangatta-Bontang dan melihat kondisi banjir di Sangatta Utara dan Selatan, Sabtu (19/3/2022), Bupati Kutim langsung berkoordinasi dengan Forkopimda untuk bersama menerjunkan personel melakukan evakuasi dan membantu warga yang kebanjiran. Termasuk menginstruksikan membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi dan personel di lapangan.

Pulang dari peninjauan pagi hari, setelah salat zuhur, orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut kembali melihat kondisi terkini musibah banjir di Sangatta Utara. Menggunakan sebuah sampan bersama beberapa warga, Ardiansyah menyusuri Gang Mawar, Sangatta Utara. Sambil mengimbau warga agar selalu waspada. Pasalnya saat banjir, bukan air saja yang perlu dikhawatirkan, tapi buaya liar juga perlu di waspadai.

“Selain mengerahkan aparatur tanggap darurat kebencanaan, sengaja saya melihat langsung kondisi banjir di lapangan. Agar saya juga bs berkoordinasi titik-titik banjir di mana saja yang perlu penanganan segera,” kata Ardiansyah.

Selain personel gabungan BPBD, Polres dan Kodim 0909 Kutim serta Lanal Sangatta yang turun melakukan evakuasi, pihak BPBD Kutim juga siaga di dua titik bencana. Penganan lanjutan juga dikoordinasikan lebih lanjut dalam sebuah rapat di Kantor Kecamatan Sangatta Utara. Langsung dipimpin Bupati didampingi Camat Sangatta Utara dan perangkat lainnya.

“Secara teknik hari ini BPBD Kutai Timur menurunkan semua kekuatan yang berhubungan dengan penanganan banjir. Tapi kita fokus pada Km 1 dan Km 8,” sebut Kepala BPBD Kutim Syafruddin, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Awang Ari Jusnanta.

Nanta, sapaan akrab Awang Ari Jusnanta meminta maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dari BPBD dikarenakan keterbatasan personil dan sarana prasarana. Dia mengatakan penanganan banjir dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan di lapangan. Sembari berkoordinasi dengan aparatur setempat seperti Ketua RT dan Kades untuk penanganan awal. Selain itu mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap binatang buas seperti ular dan buaya, mematikan aliran listrik serta berdoa supaya air cepat surut. (kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here