Beranda Nasional Kutim Berpotensi Besar Wujudkan Ketahanan dan Kemandirian Pangan Lokal

Kutim Berpotensi Besar Wujudkan Ketahanan dan Kemandirian Pangan Lokal

86 views
0

Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan, (As II) Sekretaris Kabupaten, Akhmad Fauzan Mengikuti Kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Ahli Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Timur di Balikpapan. (Nasruddin Pro Kutim)

BALIKPAPAN- Ketahanan pangan menjadi tantangan besar bagi Kutai Timur (Kutim) di masa-masa mendatang. Dengan luas wilayah dan potensi pertanian yang cukup besar, Kutim harus fokus dan mempertajam kinerja secara efektif dan efisien guna mewujudkan kemandirian pangan lokal dan “suistainable development”. Yakni pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di masa kini dengan tetap mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan hidup bagi generasi mendatang.

“Kutim sudah dianugerahi kekayaan sumber daya alam dan luas wilayah cukup besar untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan lokal. Potensi-potensi dasar sudah dimiliki tinggal tanggungjawab kita bagaimana mengelolanya dengan efektif dan efisien,” kata Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten Kutim Akhmad Fauzan usai mengikuti Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Rakor Pokja) Ahli Ketahanan Pangan Provinsi Kaltim, Ballroom Blue Sky Hotel di Balikpapan, Senin (30/5/22).

Lebih jauh Akhmad Fauzan menjelaskan bahwa situasi pandemi COVID-19 yang mulai melandai dan terkendali menjadi tantangan dan peluang besar bagi Kutim. Untuk lebih fokus mengelola potensi besar dimaksud. Guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan lokal. Dia berharap ada referensi komprehensif yang dihasilkan dari rakor ketahanan pangan tersebut.

“Sehingga ada solusi untuk mewujudkan ketersediaan pangan lokal,” harapnya.

Sebelumnya Gubernur Kaltim H Isran Noor saat membuka Rakor menyampaikan bahwa Indonesia ini adalah surga yang ada di dunia. Karena memiliki iklim yang sangat bagus guna pengembangan diversifikasi pangan, menuju ketahanan pangan.

“Menurut saya, harus ada terobosan besar, dengan menggandeng kerjasama dengan perguruan tinggi. Kemampuan melihat peluang, berbuat dan berpikir di luar kebiasaan ‘out of the books’. Teknologi jangan yang konvensional, tentu dengan orientasi bisnis,” ujar mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Se-Indonesia.

Isran yang mantan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian menambahkan, program ekstensifikasi (perluasan lahan pertanian) mungkin sudah sulit, tetapi intensifikasi masih mungkinkan dengan pemanfaatan teknologi pangan. Mulai dari sektor hulu sampai hilir, penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap cuaca dan perubahan iklim yang ekstrim serta tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu diversifikasi pangan, terutama pangan yang mengandung karbohidrat selain padi serta perubahan pola makan.

“Masyarakat harus diedukasi bahwa padi bukan satu satunya sumber karbohidrat. Banyak umbi-umbian lainnya seperti, jagung, sagu, ubi kayu dan ketela rambat,” sebutnya.

Selain itu juga harus membangun sentra-sentra produksi pangan di berbagai daerah berdasarkan potensi lokal. Mendirikan lumbung pangan, akses permodalan yang lebih mudah dan bunga ringan serta leadership pemimpin daerah.

Kegiatan Rakor Pokja Ahli Ketahanan Pangan ini mengambil tema “Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan Mendukung Kaltim Sebagai Penyangga IKN”. Dihadiri Badan Pangan Nasional, beberapa pimpinan kabupaten kota se-Kaltim dan Bulog Kaltim-tara serta pemerhati pertanian. (kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here