Beranda Kutai Timur Dukung Smart Forest City IKN – Bupati Kutim Tetap Berharap Keadilan Pembangunan

Dukung Smart Forest City IKN – Bupati Kutim Tetap Berharap Keadilan Pembangunan

63 views
0

SANGATTA – Pembangunan Smart Forest City Ibu Kota Nusantara (SFC-IKN) memerlukan dukungan penuh semua pihak lapisan masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim). Diibaratkan konsep negara dalam film serial Avatar the Last Airbender, Kaltim adalah Negara Bumi. Penduduknya adalah orang-orang yang begitu kuat dan mematuhi filosofi alam hijau, serta suka berkerja sama dalam damai dan mencintai alam.

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman memandang filosofi mendalam dari Smart Forest City dengan rinci. Apalagi orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut lahir dan tumbuh di daerah pedalaman Kutai Barat. Ketika ditanya, bagaimana caranya memahami dan mengimplementasikan konsep “Satu Bumi Untuk Masa Depan”. Dengan rinci ia menceritakan sisi lain dari Kutim yang ternyata dekat dengan maksud dari Gubernur Kaltim Isran Noor pada perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 di Samarinda pada Rabu (8/6/2022) lalu.

Ia berharap masyarakat Kaltim, maupun Kutim khususnya terus mendukung keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan konsep Smart Forest City-nya. Jika terwujud, kemungkinan besar akan menjadi satu-satunya di dunia. Ibu kota yang konsep pembangunan ekosistem seimbang, antara alam, manusia, maupun bangunan atau pergerakan kotanya.

“Tidak terlalu muluk-muluk. Contohnya di Kutim, ketika masuk ke perumahan PT KPC, ketika pagi hari warga hendak beraktifitas, kadang-kadang masih ada orang utan yang mencuri buah nangka dari pohon milik warga dan itu biasa saja. saking dekatnya alam dan manusia,” jelas lelaki yang dulunya pernah bekerja sebagai guru di Muara Ancalong.

Hal yang disebutkan itu, menunjukkan salah-satu dampak baik pembangunan yang menunjang kelestarian lingkungan. Bahkan ia menyebutkan, di pemukiman warga saja masih ada orang utan yang hidup berdampingan dengan manusia. Belum lagi hewan lain seperti kijang yang melintasi jalan di sisi hutan kawasan Pusat Perkantoran Pemkab Kutim di Bukit Pelangi, Sangatta.

Ia kemudian menggugah kesadaran tentang pembangunan yang tetap dibutuhkan oleh masyarakat Kaltim sepenuhnya. Walau sisi keberlanjutan pelestarian lingkungan tetap menjadi daya dukung utama ke depan bagi Smart Forest City Ibu Kota Nusantara.

“Harapan yang utama, kita ingin kebagian pembangunan yang merata di Indonesia. Maaf sebelumnya, kalau anda jalan di Ibu Kalimantan Timur antara satu kota dengan yang lainnya, sangat miris sekali kondisinya. Bahkan menumpang mobil Land Cruiser yang begitu gagah saja, masih berasa naik kuda. Begitulah kondisi jalan yang dilewati. Untuk itu kita butuh keadilan pembangunan,” terangnya. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here