Beranda Kutai Timur Penggiat Koperasi dan UKM, Ujung Tombak Peningkatan Pendapatan Mikro

Penggiat Koperasi dan UKM, Ujung Tombak Peningkatan Pendapatan Mikro

125 views
0

Simbolis : Bupati secara simbolis membuka acara, dengan memberikan ID Card dan celemek pada perwakilan peserta. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

SANGATTA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM (DPPKUKM) Provinsi Kaltim dengan Dinas Koperasi UKM dan Ekonomi Kreatif Kutim bekerja sama menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha, Kelembagaan Koperasi dan Pelatihan Pengembangan Kewrirausahaan Pengolahan Bakery. Kegiatan dimaksud dibuka Bupati Ardiansyah Sulaiman pada Selasa (28/6/2022) siang, di Hotel Royal Victoria Sangatta. Melibatkan 60-an penggiat koperasi dan UKM di Kutim sebagai pesertanya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Siti Robiah, yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutim, Kaadis PPKUKM Provinsi Kaltim M. Yadi Robyan Noor yang diwakili Djubair, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutim Lisnawati Rizali Hadi, pemateri pelatihan Muharram, Dzulkifli, dan Mahfiosan, serta 60 peserta pelatihan yang terdiri dari para penggiat koperasi dan UKM di Kutim.

Pelatihan : Nampak suasana kegiatan pelatihan yang diikuti oleh puluhan peserta di Hotel Royal Victoria Sangatta. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, betapa pentingnya peningkatan ekonomi kerakyatan, dimana trafonya adalah koperasi dan pelaku UMKM. Apalagi Presiden Jokowi sangat intens menyampaikan pada seluruh pimpinan daerah di Indonesia, bahwa wajib 40 persen pengadaan barang menggunakan barang dalam negeri atau daerah.

“Memanfaatkan produk dari UMKM adalah sinyal, bahwa betapa pentingnya keberadaan UMKM sebagai barometer peningkatan ekonomi kerakyatan. Pertumbuhan ekonomi Kutim tidak bisa diragukan karena kuatnya investasi, tetapi pertanyaannya berapakah pendapatan perkapita rakyat Kutim,” ungkap Bupati.

Sehingga jika hal ini ditanyakan pada masing-masing orang, berapa pedapatan perkapitanya? Tentu jumlahnya masih kecil. Untuk itulah Bupati mengingatkan, bahwa pendapatan Kutim terlihat besar karena agregat dari perusahaan-perusahaan yang ada.

“Secara faktual hitungannya demikian, tapi secara mikro kita belum mampu. Bagaimana caranya menaikkan pendapatan perkapita masyarakat? Salah-satu diantaranya yang sedang dikampanyekan adalah meningkatkan usaha-usaha kecil dan menengah,” terang orang nomor satu di Kutim ini.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UKM dan Ekonomi Kreatif Darsafani menerangkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola keuangan. Serta mengatasi masalah terkait peningkatan usaha koperasi.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Ekonomi Kreatif Kutim Darsafani (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

“Termasuk pula usaha mikro kecil yang memerlukan perhitungan keuangan, pengolahan produk, pengemasan hingga pemasaran dengan manajemen yang baik. Terlebih dalam usaha koperasi dibutuhkan keterbukaan manajemen informasi dan sisi pengelolaan usaha,” papar Darsafani. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here