Beranda Keagamaan Iduladha Momentum Bangun Solidaritas Dalam Semangat Persaudaraan di Kutim

Iduladha Momentum Bangun Solidaritas Dalam Semangat Persaudaraan di Kutim

87 views
0

Foto: Wakil Bupati, Kasmidi Bulang menyampaikan sambutan Bupati pada ibadah Idul Adha 1443H di Masjid At Taubah, Sangatta Selatan

SANGATTA- Hari Raya Iduladha 1443 H bermakna menguji keikhlasan, kekuatan hati dan ketaatan terhadap perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala. Hari raya kurban adalah momentum yang tepat bagi semua dalam mengasah keikhlasan dan kepedulian sosial terhadap sesama. Serta membangun kualitas sebagai pribadi yang sabar, tahan uji, dan tegar dalam memaknai hidup. Hal ini selaras dengan misi Kutim yang pertama, yakni mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, berbudaya dan bersatu. Demikian disampaikan Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wabup Kasmidi Bulang di hadapan jamaah Masjid At-Taubah, Sangatta Selatan, Minggu (10/7/2022). 

Iduladha mengandung pesan yang mulia tentang pengorbanan dan kemanusiaan yang masih relevan di saat bangsa masih dalam situasi pandemi COVID-19. Nabi Ibrahim telah  mewariskan keteladanan betapa pentingnya keimanan dan ketaqwaan, keikhlasan berkorban tanpa keraguan demi menjalankan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala. Lebih mendahulukan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi dan golongan.

“Iduladha adalah momentum menguatkan solidaritas dalam semangat persaudaraan, membangun optimistis untuk kebangkitan kita bersama, ” ujarnya. 

Foto: Wakil Bupati bersalaman salaman dengan jemaah Masjid At Taubah usai salat Idul Adha

Bupati mengucapkan, terima kasih kepada semua masyarakat yang selama ini telah menjalin dan menjaga keharmonisan serta toleransi dalam beragama. Dia mengajak masyarakat saling bahu membahu, bergotong royong membangun daerah yang bersama dibanggakan dalam suasana aman dan tentram. 

“Selamat merayakan Iduladha 1443 Hijriah dan selamat menunaikan ibadah kurban. Bagi saudara saudara yang sedang menunaikan ibadah haji bisa melaksanakan dengan sempurna dan kembali ke tanah air dengan selamat, ” katanya. 

Sementara itu, Ismi Mashudi yang bertindak sebagai imam pada salat Iduladha 1443 H di Masjid At Taubah menyampaikan bahwa ibadah kurban sendiri merupakan ibadah mahda yang terikat oleh syarat dan ketentuan syar’i. Pelaksananya dilaksanakan dalam bulan Dzulhijjah. Ibadah kurban memiliki sejarah tentang adanya kurban yang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW pada setiap kali hari raya Iduladha. Yaitu satu syariat yang ada sejak zaman Nabi Ibrahim AS yang ketika itu akan mengorbankan putranya Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketakwaan terhadap perintah Allah SWT.

Foto: Wakil Bupati Kasmidi Bulang menikmati hidangan bersama pengurus Masjid At Taubah

“Dengan ketakwaan yang dimiliki Nabi Ibrahim AS ini sehingga Allah mengutus malaikatnya untuk menggantikan putra Nabi Ibrahim AS, yaitu Nabi Ismail AS dengan seekor domba untuk dijadikan kurban,” ujarnya. 

Ia menambahkan, ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi yang memenuhi persyaratan. Selain kesehatan fisik, juga mental prima karena harus menempuh napak tilas perjalanan Rasulullah SAW mulai dari wukuf di Arafah, Mabit di Mudzalifah, Mina, lontar jumrah, tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul.

Foto: Wakil Bupati Kasmidi Bulang bersama keluarga besar H. Bapak Barakka, salah satu tokoh masyarakat di Sangatta Selatan. 

Di Masjid At Taubah diserahkan 2 sapi sumbangan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang serta 5 ekor  kambing dan jamaah Masjid At Taubah.(kopi4/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here