Beranda Kutai Timur Peringati Hari Ozon Sedunia, Lembaga Adat Besar Kutai Tanam 10 Ribu Mangrove

Peringati Hari Ozon Sedunia, Lembaga Adat Besar Kutai Tanam 10 Ribu Mangrove

50 views
0

SANGATTA SELATAN – Momentum peringatan Hari Ozon sedunia di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dimanfaatkan dengan menggelar kegiatan penanaman 10 ribu bibit mangrove di sepanjang Sungai Banjar di Kawasan Tanjung Prancis, pada Kamis (15/9/2022). Kegiatan dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian alam dan penyelamatan lingkungan.

Kegiatan yang digagas oleh Lembaga Adat Kutai bekerjasama dengan Badan Taman Nasional Kutai (TNK) serta menggandeng PT Kaltim Prima Coal ini turut dihadiri Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) oleh Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Poniso Suryo Renggono mewakili Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman yang berhalangan hadir.

Pada kesempatan itu, Poniso mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi dan penghargaan. khususnya kepada lembaga adat Kutai yang selalu konsisten melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan. Salah satunya dengan penanaman bibit pohon mangrove.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif, tidak hanya alamnya saja yang kita jaga, namun semangatnya untuk membangun khususnya tentang lingkungan hidup ini wajib terus dijaga,“ ujarnya di hadapan Ketua Adat Besar Kutai H Sayid Abdal Nanang, perwakilan unsur Forkopimda, perwakilan beberapa perusahaan serta undangan lainya.

Selain itu, adanya inovasi yang sedang di kembangkan adalah untuk pemanfaatan lokasi dimaksud, menjadi salah satu destinasi pariwisata baru di Kutim. Poniso yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PPR Kutim ini menyatakan, pemerintah siap mendorong dan mendukung program yang diketahui juga akan melibatkan peran serta para pelaku UMKM. Diharapkan mampu memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat.

“Ini merupakan langkah yang tepat, program pemulihan hutan mangrove yang dipadu dengan ekowisata. Bisa memberikan multi efek bagi masyarakat khususnya di Kecamatan Sangatta Selatan,” ucapnya.

Sebelumnya Ketua Lembaga Adat Besar Kutai, Sayid Abdul Nanang mengatakan, kegiatan penanaman bibit mangrove merupakan salah satu wujud kepedulian dalam upaya menjaga kelestarian alam, khususnya di wilayah pesisir pantai. Apalagi diketahui banyak mengalami kerusakan, salah satunya karena adanya aktivitas tambak yang gagal dan ditinggal begitu saja oleh pengelolanya.

“Makannya kita coba hidupkan kembali wilayah (pesisir) itu dengan menanam bibit pohon mangrove,” ujarnya.

Ketua Panitia Rustam Effendi Lubis mengatakan, kegiatan penanaman bibit pohon mangrove, merupakan kegiatan kepedulian lingkungan yang digagas oleh Lembaga Adat Besar Kutai bekerja sama dengan Balai TNK dan PT KPC. 

“Kegiatan semacam ini sudah masuk tahun ke tiga. Kali ini kita akan menanam sebanyak 10 ribu bibit mangrove di sepanjang sungai Banjar di kawasan Tanjung Prancis, yang akan dilaksanakan di bawah koordinasi dari Balai TNK,” ujarnya. (kopi6/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here