Suasana Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kutim. Foto: Vian Pro Kutim
SANGATTA- Di tengah derasnya arus informasi dan kian kompleksnya dinamika pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memilih langkah strategis. Apa itu? Memperkuat kolaborasi dengan insan pers. Salah satu bentuk nyata dari komitmen itu tampak dalam dukungan penuh Pemkab Kutim terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kutim bekerja sama dengan Lembaga UKW Dr Moestopo, pada Kamis (10/7/2025).
Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, membuka langsung kegiatan tersebut dan memberikan sambutan yang menegaskan posisi pers sebagai mitra strategis pemerintah. Di hadapan para peserta UKW dan tamu undangan, ia menyampaikan pandangannya tentang pentingnya profesionalisme wartawan dalam ekosistem demokrasi dan pembangunan daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kehadiran media sangat penting sebagai jembatan antara kebijakan dan kebutuhan publik,” ujar Ardiansyah, seraya menekankan bahwa media berperan dalam memperkuat partisipasi publik.
Namun, peran pers, menurut Ardiansyah, tak berhenti sebagai penyampai pesan. Ia menegaskan fungsi lain yang tak kalah penting, yaitu pengawasan. Dalam konteks itu, kritik yang disampaikan secara bertanggung jawab menjadi cermin bagi pemerintah, bukan ancaman.
“Kritik yang membangun adalah vitamin bagi demokrasi. Ini menjadi cermin bagi pemerintah untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan,” tegasnya.

Pelaksanaan UKW di Kutim kali ini diikuti oleh 34 peserta dengan jenjang kompetensi yang beragam. Tercatat 27 orang mengikuti jenjang Wartawan Muda, 3 orang pada jenjang Wartawan Madya, dan 4 lainnya pada jenjang Wartawan Utama. Angka ini menunjukkan animo dan semangat insan pers lokal dalam meningkatkan kapasitas profesional mereka.
Bupati Kutim menyambut baik semangat tersebut. Menurutnya, UKW adalah instrumen penting untuk memastikan wartawan memahami tugas, kode etik, dan tanggung jawab sosial mereka. Ia berharap, melalui uji kompetensi, kualitas pemberitaan di Kutim meningkat signifikan. Sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang faktual dan mencerahkan.
“Dengan UKW, kita harapkan kualitas pemberitaan di daerah semakin baik. Ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Terutama terkait kebijakan dan pembangunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, UKW dipandang sebagai mekanisme seleksi yang sehat, memastikan bahwa hanya wartawan yang benar-benar memahami kaidah jurnalistik, yang dapat menjalankan tugas-tugas peliputan secara bertanggung jawab. Hal ini, pada akhirnya akan bermuara pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap media massa.
Di akhir sambutannya, Ardiansyah menegaskan kembali komitmen Pemkab Kutim untuk membangun sinergi yang sehat dan produktif dengan insan pers. Bagi Ardiansyah, media bukan sekadar corong informasi, melainkan salah satu tiang penyangga demokrasi yang turut menentukan arah dan kualitas pembangunan daerah.

“Media bukan hanya penyampai berita, tapi juga pilar demokrasi yang turut menentukan arah pembangunan daerah,” tutupnya.
Pelaksanaan UKW ini tak sekadar menjadi momen pengujian kompetensi teknis jurnalistik, melainkan juga perwujudan komitmen bersama antara pemerintah dan media untuk menghadirkan ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik. (kopi4/kopi3)






























