Beranda Kutai Timur Ranpul Tampilkan Produk Unggulan di PRK Expo 2025

Ranpul Tampilkan Produk Unggulan di PRK Expo 2025

113 views
0

Camat Rantau Pulung Tristiningsih saat ditemuai di arena stand Ranpul. Foto Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul) turut ambil bagian dalam gelaran Pekan Raya Kutim (PRK) Expo 2025, yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Alun-Alun Bukit Pelangi dan menampilkan beragam potensi dari tiap kecamatan di Kutim.

Camat Ranpul Tristiningsih, mengatakan bahwa keikutsertaan Kecamatan Ranpul merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mempromosikan potensi lokal, khususnya produk-produk unggulan yang telah berkembang di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa sejumlah produk Ranpul kini sudah dikenal hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Beberapa produk yang kami pamerkan ini merupakan ciri khas sekaligus unggulan Kecamatan Ranpul. Ada yang bahkan sudah dikenal secara nasional dan internasional, seperti brownies berbahan dasar singkong dengan nama ‘Browsing’,” ungkap Tristiningsih saat ditemui di arena stand Ranpul, Sabtu (18/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa produk unggulan seperti Browsing telah memiliki kelengkapan izin usaha sehingga dapat dipasarkan secara luas.

“Untuk perizinannya sudah lengkap, jadi kami sudah berani memasarkan secara terbuka,” ujarnya.

Namun, Tristiningsih mengakui masih ada beberapa produk UMKM lain yang belum memiliki legalitas lengkap dan masih membutuhkan pembinaan lebih lanjut.

“Itu menjadi PR kami ke depan, agar produk-produk yang belum memiliki izin bisa kami bantu hingga mampu menembus pasar tingkat kabupaten, nasional, bahkan regional,” jelasnya.

Selain sektor UMKM, Kecamatan Ranpul juga menampilkan potensi di bidang pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Beberapa hasil pertanian seperti padi sawah, serta produk kerajinan berbahan limbah kayu, turut dipamerkan di stand kecamatan.

“Selain UMKM, kami juga membawa produk dari sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan, termasuk hasil padi sawah dan kerajinan dari limbah kayu,” tambahnya.

Meski begitu, Tristiningsih mengakui bahwa masih terdapat kendala yang dihadapi para pelaku UMKM di Ranpul, terutama dalam hal kontinuitas produksi.

“Karena di sana dominan perkebunan, pelaku UMKM ini kadang tidak bisa terus memproduksi secara rutin. Padahal pasar itu membutuhkan suplai yang berkelanjutan,” terangnya.

Ia menegaskan, pihak kecamatan akan terus berupaya memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar dapat mengatasi persoalan tersebut.

“Kami akan mendampingi mereka, mulai dari pengurusan perizinan sampai peningkatan produksi agar bisa memenuhi permintaan pasar, baik di pasar tradisional maupun modern,” tutupnya.(kopi14/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini