Beranda Kutai Timur Pecah Rekor Kutim, Manasik Haji Akbar Diikuti 3.500 Siswa

Pecah Rekor Kutim, Manasik Haji Akbar Diikuti 3.500 Siswa

73 views
0

Ribuan anak dari TK mengikuti Manasik Haji Akbar. Foto: Bagus/Pro Kutim

SANGATTA – Semangat pengenalan Rukun Islam kelima di Kutai Timur (Kutim) mencatatkan sejarah baru. Kegiatan Pengenalan Ibadah Haji (Manasik Haji) Akbar yang dipusatkan di Lapangan Ka’bah Masjid Agung Al-Faruq pada Rabu (5/11/2025), resmi memecahkan rekor partisipasi terbanyak di tingkat kecamatan.

Elvyana Susanti dari panitia pelaksana Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim melaporkan, acara tersebut berhasil melibatkan 3.500 siswa dari 49 lembaga pendidikan anak usia dini (termasuk TK, RA, dan SPS) di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

“Angka 3.500 siswa ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dan masif dibandingkan data partisipasi Manasik Haji di lokasi yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan di Tahun 2024, partisipasi tercatat mencapai 2.639 siswa. Tahun 2023, partisipasi tercatat sekitar 2.285 siswa,” sebutnya.

Ia menambahkan kenaikan peserta di tahun 2025 mencapai lebih dari 30 persen dari tahun sebelumnya, menegaskan betapa tingginya antusiasme masyarakat dan lembaga PAUD menyambut program-program pendidikan keagamaan yang disokong penuh oleh Disdikbud Kutim.

Elvyana Susanti menjelaskan bahwa suksesnya manasik akbar dengan jumlah peserta fantastis ini adalah bukti solidnya sinergi dan komitmen.

“Kegiatan sebesar ini membutuhkan koordinasi yang luar biasa. Kami didukung oleh 350 guru pendamping yang secara sukarela memastikan 3.500 calon jemaah haji kecil ini menjalankan manasik dengan tertib dan gembira,” jelasnya.

Guru pendamping tersebut bertindak sebagai koordinator lapangan di area maket Ka’bah dan lintasan Sai, memastikan semua siswa dapat memahami rukun haji mulai dari niat, mengenakan ihram, tawaf, hingga sa’i dengan penuh keceriaan.

Keberhasilan IGTKI dan lembaga PAUD menyelenggarakan acara masif ini sejalan dengan pesan Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, yang dalam kesempatan sebelumnya memuji semangat orang tua dalam mendukung anaknya mengikuti pendidikan dini, serta mengapresiasi Bindra PAUD dan IGTKI atas dukungan mereka terhadap program Pemkab, termasuk kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari jenjang PAUD.

Laporan rekor partisipasi ini tidak hanya menjadi capaian kelembagaan, tetapi juga refleksi keseriusan Kutim dalam investasi sumber daya manusia melalui jalur pendidikan agama, yang kini didukung alokasi dana hingga miliaran Rupiah untuk Beasiswa Hafidz dan Program UMMI.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini