Beranda Entertainment Festival Magic Land Kutim 2025, Panggung Budaya Kuatkan Identitas Daerah

Festival Magic Land Kutim 2025, Panggung Budaya Kuatkan Identitas Daerah

55 views
0

Pembukaan Festival Magic Land Kutim dihadiri Bupati Ardiansyah Sulaiman. Foto: Habibah/Pro Kutim

SANGATTA – Pembukaan Festival Magic Land Kutai Timur (Kutim) ke-2 Tahun 2025 berlangsung meriah di Lapangan Polder Ilham Maulana, Jumat (14/11/2025) malam. Ratusan penonton memadati area acara yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)Kabupaten Kutim tersebut. Hadir membuka kegiatan, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim Padliansyah serta unsur Forkopimda.

Tahun ini, panggung Magic Land mengusung karya utama berjudul “The Soul of Magicland Kutim”, sebuah garapan tari yang merepresentasikan keindahan, keberagaman, serta harmoni antar suku di Kutim. Karya yang menonjolkan dua pilar budaya pesisir dan pedalaman disajikan dengan gerakan dinamis, energik, modern, namun tetap berakar pada tradisi.

Ditata oleh Tim FDT Kutim dengan musik garapan Asep Firmansyah dan Saiza Ashari, tarian ini dibawakan oleh para penari Putra-Putri Kutim, sebagai persembahan Forum Dance Tradisional Kutim binaan Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim.

Dalam laporan panitia, Padliansyah menyampaikan apresiasi atas kerja kolaboratif seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut Magic Land sebagai ruang imajinasi, kreativitas, dan kebanggaan budaya Kutim.

“Festival ini adalah bukti bahwa Kutim tidak hanya kaya sumber daya alam, tapi juga kaya budaya, talenta muda, dan energi kreatif,” ujarnya.

Ia juga memohon maaf atas ketidakhadiran Kepala Disdikbud Kutim Mulyono yang berhalangan hadir.

Padliansyah menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Magic Land sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Meski disiapkan secara sederhana, festival ini ditargetkan menjadi ikon budaya Kabupaten Kutim. Selama tiga malam ke depan, berbagai pertunjukan seni dari beragam suku di Kutim akan tampil menghibur masyarakat.

Selain itu, rangkaian kegiatan kebudayaan juga akan berlanjut. Pada Minggu (16/11/2025) akan digelar Pameran Sejarah Budaya Islam di Masjid Agung Al-Faruq. Disusul Festival Pesona Budaya pada 21–23 November 2025 di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, dan puncaknya Festival Musik Anti Narkoba pada 28–30 November 2025 di Kecamatan Bengalon.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan dirinya sering menyampaikan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya.

“Kutim adalah bagian dari bangsa Indonesia yang kaya akan warisan leluhur, kaya akan tradisi, kaya akan jejak sejarah. Oleh karena itu, tugas kita bersama adalah menjaga, memelihara, dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya tersebut,” sebutnya.

Bupati menambahkan jika Kutim adalah daerah yang heterogen, terdiri dari berbagai suku, komunitas, dan latar belakang, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Selain itu, Kutim dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa.

“Dari kekayaan alam inilah kita mengenal banyak sejarah, termasuk salah satu temuan penting mengenai sejarah kehidupan manusia purba di Kalimantan Timur yang diperkirakan berusia 10.000 tahun sebelum Masehi. Temuan-temuan ini menjadi bukti bahwa kawasan kita telah menjadi bagian dari perjalanan panjang sejarah keindonesiaan,” paparnya.

Oleh sebab itu, Bupati meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Bidang Kebudayaan, untuk terus menggali, meneliti, dan mempublikasikan kekayaan sejarah dan budaya Kutim.

“Ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi kontribusi Kutim bagi kebudayaan nasional,” urainya.

Bupati turut menegaskan Festival Magic Land yang dilaksanakan malam ini adalah salah satu ikhtiar Kutim untuk merawat dan memajukan kebudayaan.

“Melalui seni tari, musik, dan karya kreatif lainnya, kita menunjukkan bahwa Kutim bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya akan talenta, kreativitas, dan identitas budaya.

“Semoga festival ini menjadi ruang ekspresi, ruang apresiasi, serta ruang perjumpaan bagi seluruh masyarakat Kutim. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat jati diri budaya kita dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” tutup Bupati Ardiansyah.(kopi10/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini