Beranda Kutai Timur Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Dipuji – Mahyunadi Tekankan Pemerataan...

Pesta Karya Siswa SMPN 1 Sangatta Utara Dipuji – Mahyunadi Tekankan Pemerataan Mutu Pendidikan di Kutim

108 views
0

SANGATTA – Panggung terbuka yang dibangun di lingkungan SMPN 1 Sangatta Utara pada Kamis (11/12/2025), terasa lebih hidup dari hari biasanya. Riuh tepuk tangan, arak-arakan karya siswa, serta ragam ekspresi kreativitas mewarnai penutupan Pesta Karya Siswa ke-11. Di tengah kemeriahan itu, Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi mewakili Bupati, berdiri di hadapan ratusan peserta dan menunjukkan apresiasinya terhadap kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan sekolah tersebut.

Bagi Mahyunadi, Pesta Karya bukan hanya wadah menampilkan hasil belajar, tetapi juga cermin bagaimana sebuah institusi pendidikan mampu bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. Ia menilai kolaborasi antara budaya lokal, pembelajaran di kelas, dan kreativitas siswa adalah formula penting yang membuat SMPN 1 Sangatta Utara tetap menjadi salah satu sekolah paling diminati.

“Pesta Karya ini sangat baik dan harus sering dilakukan. Itulah kenapa SMPN 1 Sangatta Utara ini menjadi favorit. Sekolah itu kalau maju, pasti jadi favorit,” ujar Mahyunadi dalam sambutannya.

Namun, di balik apresiasi itu, ia menyinggung persoalan yang terus menjadi bahan diskusi, bagaimana sekolah negeri dapat mengejar daya tarik dan kualitas yang selama ini melekat kuat pada sekolah swasta. Ia menegaskan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar untuk memastikan mutu pendidikan merata.

“Sekolah negeri masih tertinggal dari swasta dari sisi favoritnya. Kenapa bisa demikian, ini menjadi PR bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas,” tegasnya.

Upaya memperkecil kesenjangan tersebut, menurut Mahyunadi, sedang dilakukan secara bertahap. Pemkab Kutim, katanya, terus memperkuat sarana pendidikan melalui berbagai program. Mulai dari bantuan operasional hingga penyediaan moda transportasi yang ramah lingkungan.

“Dengan anggaran Kutai Timur, pemerintah harus mempersiapkan fasilitas untuk anak sekolah, seperti bantuan operasional sekolah. Di daerah pesisir kami akan berikan bantuan bus listrik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat terkait MBG, yang menurutnya penting untuk memastikan pertumbuhan anak berjalan optimal. Sehingga mampu beradaptasi dalam kompetisi global yang semakin ketat.

Tahun 2026, Pemkab Kutim menargetkan pembangunan SMPN 7 sebagai bagian dari strategi pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Agar kualitas pendidikan terbagi dan merata.

Perubahan zaman yang bergerak cepat turut menjadi perhatiannya. Kutim, ucapnya, kini berada di ambang transformasi menuju Industri 5.0. Karena itu, generasi muda perlu dibekali kecakapan teknologi agar tidak tertinggal.

“Kita ingin menciptakan generasi yang tidak buta dengan teknologi. Misi kita membangun generasi berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan berprestasi,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, ia kembali mengingatkan bahwa keberhasilan siswa tidak hanya ditopang oleh kecerdasan semata, melainkan juga komunikasi yang hangat antara guru dan orang tua. Orang nomor dua di Kutim tersebut berharap kepada guru dan wali murid agar melakukan komunikasi pendidikan yang baik. Dia ingin agar anak-anak yang bengal diawasi dengan baik oleh orang tua dan guru.

Pesta Karya Siswa ke-11 itu pun ditutup dengan pesan yang kuat bahwa pendidikan bukan semata ruang belajar, melainkan ekosistem yang tumbuh bersama antara siswa, guru, orang tua, dan pemerintah. Sebuah kolaborasi yang menjadi modal penting bagi masa depan Kutim. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini