Momen pelantikan PAW Kades Mukti Jaya dan Anggota BPD Pulung Sari. Foto: Rosma/Maulana Pro Kutim
RANTAU PULUNG – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Rantau Pulung pada Rabu (7/1/2026) siang. Di bawah atap gedung tersebut, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman secara resmi mengambil sumpah dan melantik Kepala Desa Antar Waktu Desa Mukti Jaya, Muhammad Mansur, serta Anggota BPD Antar Waktu Desa Pulung Sari, Taufik Al Hidayah.
Camat Rantau Pulung, Tristiningsih dalam sambutannya mengatakan pelantikan ini merupakan langkah krusial untuk mengisi kekosongan jabatan demi menjamin keberlangsungan roda pemerintahan desa.
“Bahwa pejabat yang dilantik akan mengemban amanah hingga tahun 2028, menggantikan pejabat sebelumnya yang telah berpulang ke Rahmatullah. Selamat bekerja dan jalankan program dengan sungguh-sungguh dalam membangun desa,” pintanya.
Selanjutnya, meski terdapat penyesuaian anggaran daerah, Camat Tristiningsih meyakinkan warga bahwa prioritas pembangunan, khususnya pengecoran jalan poros, akan tetap berlanjut.
“Masyarakat diminta tetap mendukung kebijakan pemerintah demi tercapainya kemandirian desa yang dicita-citakan bersama,” sebutnya.

Sementara itu dalam amanatnya, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan instruksi tegas terkait pengelolaan anggaran kepada kepala desa dan anggota BPD terkait dana desa (DD). Selain itu, Bupati turut menekankan bahwa mulai Januari ini, dana penguatan sebesar Rp 250 juta per RT harus segera diprogramkan dan dieksekusi. Dana ini merupakan instrumen penting untuk menyentuh langsung kebutuhan akar rumput.
“Lingkungan RT harus mampu mengelola dana ini dengan baik. Fokuskan pada program skala kecil dan peningkatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai pelatihan,” ujar Bupati Ardiansyah.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara Kepala Desa dan BPD untuk mengawal penggunaan dana tersebut melalui musyawarah warga.
“RT jangan tinggal diam, lakukan rapat dan musyawarah agar program selaras dengan visi pembangunan daerah,” tambahnya.

Bupati juga menegaskan jika Pemerintah Kabupaten Kutim berkomitmen bahwa pembangunan fisik seperti jalan, drainase, jembatan, hingga pembenahan kantor pelayanan publik tidak boleh terhenti. Salah satu program unggulan yang tengah digenjot adalah Sistem Penyediaan Air Minum Desa (Spamdes). Bupati optimis dalam waktu empat tahun ke depan, seluruh desa di Kutim dapat menikmati fasilitas air bersih yang layak.
Tak hanya air, urusan energi juga menjadi sorotan. Ardiansyah mematok target besar pada tahun 2029, di mana seluruh desa di Kutim ditargetkan sudah teraliri listrik secara merata tanpa terkecuali.
Menutup arahannya, Bupati menekankan pentingnya filosofi “Di mana bumi dipijak, di sini langit dijunjung”. Ia meminta Kades dan BPD berperan aktif menjadi jembatan komunikasi dengan pihak swasta atau dunia usaha. Ia mengapresiasi kontribusi berkelanjutan dari perusahaan seperti PT KPC yang selama ini turut serta membangun desa melalui tanggung jawab sosialnya.(kopi13/kopi3)
































