SANGATTA – Upaya memperluas layanan kesehatan reproduksi bagi perempuan di wilayah pedalaman kembali digelorakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Melalui kolaborasi lintas organisasi, program sosialisasi sekaligus pemeriksaan deteksi dini kanker serviks digelar di Kecamatan Batu Ampar, akhir pekan lalu. Program ini membuka akses bagi masyarakat yang selama ini tidak selalu mudah menjangkau layanan kesehatan tersebut.
Kegiatan difasilitasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim bersama sejumlah organisasi perempuan dan profesi kesehatan. Di antaranya Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Sekitar 45 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari beragam latar belakang, anggota PKK, kader kesehatan, bidan ranting, pegawai puskesmas, hingga masyarakat umum.
Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa pemeriksaan IVA Test merupakan langkah awal yang penting dalam mendeteksi kemungkinan kanker leher rahim pada perempuan.

“IVA test ini sebagai skrining awal untuk mendeteksi dini adanya kanker leher rahim pada wanita. Apabila hasil positif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu papsmear, untuk mengetahui ada tidaknya keganasan secara histopatologi. Sehingga dapat segera dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum fatal,” ujarnya.
Penjelasan tersebut disampaikan Yuwana di sela agenda perjalanan menuju Kecamatan Muara Bengkal untuk pembinaan serta monitoring pelayanan kesehatan dokter spesialis di RSUD Muara Bengkal.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pelaksanaan kegiatan di Batu Ampar, sebanyak 12 perempuan menjalani pemeriksaan menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat atau IVA Test. Seluruh peserta yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif. Hasil pemeriksaan yang dapat diketahui segera setelah proses berlangsung memberi rasa tenteram tersendiri bagi para peserta.
Bagi perempuan di kawasan Batu Ampar, kegiatan ini menjadi ruang berharga untuk memperoleh layanan kesehatan reproduksi yang sebelumnya tidak selalu mudah diraih. Selain menghadirkan layanan pemeriksaan, kegiatan tersebut juga memuat sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang IBI Kutai Timur, Yuliana Kalalembang. Dijelaskan bahwa IVA Test merupakan metode sederhana yang dapat membantu mengenali kemungkinan gejala kanker serviks sejak tahap awal.
Dalam pelaksanaannya, anggota IBI bertindak sebagai tim pemeriksa IVA Test. Sementara itu, PKK berperan sebagai penggerak masyarakat agar lebih banyak perempuan bersedia mengikuti pemeriksaan deteksi dini. Camat Batu Ampar turut mengambil bagian sebagai motivator sekaligus pengawal kegiatan di wilayah tersebut.

Sejumlah tokoh juga hadir dalam kegiatan ini, antara lain perwakilan Dinkes dan TP-PKK Kabupaten Kutim Siti Fatimah bersama tim, perwakilan Dinas Kesehatan, Dharma Wanita Persatuan yang diwakili Ny Hunah beserta rombongan, pengurus cabang dan ranting IBI, Kepala Puskesmas Batu Ampar, serta Ketua TP PKK Kecamatan Batu Ampar.
Batu Ampar menjadi titik mula dari rangkaian program yang dirancang menjangkau wilayah lain di Kutim. Setelah kegiatan perdana ini, program serupa direncanakan berlanjut melalui 21 ranting di 17 kecamatan secara bertahap.
Setiap kecamatan diperkirakan akan melibatkan antara 50 hingga 100 peserta perempuan. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga November 2026. Pada periode tersebut, cakupan pemeriksaan akan dievaluasi sebelum dilaporkan kepada Pemkab Kutim.
Melalui ikhtiar tersebut, layanan kesehatan tidak lagi berjarak dari masyarakat. Deteksi dini kanker serviks diharapkan semakin luas menjangkau perempuan Kutim. Agar potensi penyakit dapat dikenali sedari awal, sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih serius. (kopi3)

































