Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri undangan Mubes I IKA HIPMA-KT.Foto: Fathul/Pro Kutim
SANGATTA – Langkah penguatan jejaring intelektual di Kabupaten Kutai Timur memasuki babak baru dengan digelarnya Musyawarah Besar (Mubes) I Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT). Agenda yang berlangsung khidmat di D’Lounge Hotel Royal Victoria Kamis (30/4/2026) malam kemarin dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi yang memberikan sinyal kuat akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan kaum terpelajar. Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Kutim Pandi Widiarto dan Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan.
Mubes perdana ini menjadi tonggak sejarah bagi organisasi yang menaungi para mantan aktivis mahasiswa asal Kutim tersebut. Kehadiran Mahyunadi di tengah para alumni bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap kontribusi pemikiran yang telah dan akan diberikan oleh para alumni bagi kemajuan “Tuah Bumi Untung Benua”.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menekankan bahwa IKA HIPMA-KT harus menjadi wadah strategis yang mampu menyatukan potensi sumber daya manusia unggul yang tersebar di berbagai sektor. Ia memandang, alumni mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal arah pembangunan daerah melalui gagasan-gagasan yang konstruktif.
“Pemerintah daerah membutuhkan mitra kritis dan strategis. Keberadaan IKA HIPMA-KT diharapkan tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi bertransformasi menjadi laboratorium pemikiran yang mampu memberikan solusi bagi tantangan pembangunan di Kutai Timur,” ujar Mahyunadi di hadapan para peserta Mubes.
Ia menambahkan bahwa dinamika zaman menuntut para alumni untuk adaptif terhadap perubahan teknologi dan ekonomi global. Oleh karena itu, konsolidasi melalui Mubes I ini dianggap sebagai langkah yang tepat untuk memetakan kekuatan alumni yang kini telah berkecimpung di berbagai profesi, mulai dari birokrat, pengusaha, hingga akademisi.

Bagi Mahyunadi, keterlibatan alumni dalam organisasi ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Ia mendorong agar IKA HIPMA-KT juga berperan aktif dalam mendampingi adik-adik mahasiswa yang saat ini masih menempuh studi, guna memastikan keberlanjutan regenerasi kepemimpinan di Kutim.
“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada sekat antara senior dan junior. Pengalaman para alumni harus menjadi kompas bagi mahasiswa aktif agar mereka siap menghadapi realitas pascakampus dan kembali membangun daerahnya,” tegasnya.
Mubes I IKA HIPMA-KT ini diharapkan menghasilkan struktur kepengurusan yang solid serta program kerja yang selaras dengan visi pembangunan Kutai Timur. Mahyunadi menutup sambutannya dengan harapan agar musyawarah ini berjalan dengan semangat kekeluargaan dan menghasilkan keputusan-keputusan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.(kopi13)































