Beranda Kutai Timur Seruan Gunakan Sangattaqua di Dapur MBG Kutim

Seruan Gunakan Sangattaqua di Dapur MBG Kutim

35 views
0

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kutim, Dwi Nur Shinta. Foto: Istimewa 

SANGATTA – Di tengah geliat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sebuah ajakan sederhana namun sarat makna ekonomi lokal bergema dari lingkaran pengelola layanan gizi. Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kutim, Dwi Nur Shinta, menyerukan kepada seluruh Kepala SPPG dan mitra dapur agar menggunakan air mineral produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kutim, “Sangattaqua”, sebagai penopang kebutuhan operasional dapur dan kantor. Ajakan tersebut disampaikan di Sangatta pada Jumat, (8/5/2026). 

Bagi Shinta, program MBG tidak berhenti pada urusan pangan dan kecukupan nutrisi anak-anak. Lebih dari itu, program ini juga menyimpan peluang menggerakkan denyut perekonomian daerah melalui pemanfaatan produk milik badan usaha daerah.

“Program MBG tidak hanya tentang gizi anak, tapi juga tentang menghidupi ekonomi Kutai Timur. Dengan memakai Sangattaqua, dapur SPPG ikut menyejahterakan PDAM sebagai BUMD,” ujar Dwi Nur Shinta.

Seruan itu sejalan dengan semangat Gerakan Cinta Produk BUMD Kutim. Dalam praktiknya, dapur-dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah penugasan membutuhkan suplai air mineral untuk menunjang aktivitas harian. Mulai dari penyediaan minuman hingga kebutuhan dapur. Pemanfaatan Sangattaqua dipandang sebagai langkah praktis yang sekaligus memperkuat rantai ekonomi lokal.

Langkah ini, menurut Shinta, juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga efisiensi anggaran operasional dapur SPPG. Dengan memanfaatkan produk daerah, sirkulasi ekonomi tetap berputar di lingkup Kutim, sementara kebutuhan operasional tetap terpenuhi secara wajar dan berkelanjutan.

Respons positif datang dari Ketua Koperasi Jasa Pemuda Kutim Hebat, Habibi, yang menjadi distributor resmi Sangattaqua. Ia menilai ajakan tersebut bukan sekadar urusan logistik dapur, melainkan cerminan kesadaran kolektif untuk memperkuat pendapatan daerah.

“Kesadaran Kepala SPPG dan Mitra Dapur sangat diharapkan untuk berkontribusi langsung dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Timur,” kata Habibi.

Menurutnya, koperasi yang ia pimpin hanya berperan sebagai penghubung dalam distribusi produk. Yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran bersama bahwa penggunaan produk daerah memiliki implikasi ekonomi yang nyata bagi pembangunan wilayah.

“Kami di Koperasi hanya jembatan. Yang paling penting adalah kesadaran bersama. Setiap tetes Sangattaqua yang dipakai di dapur SPPG, itu artinya ada dividen PDAM yang masuk ke kas daerah. Uang itu balik lagi untuk bangun Kutim, termasuk untuk program kesehatan dan gizi,” ujarnya.

Habibi menambahkan, penggunaan produk lokal dalam kebutuhan dapur MBG merefleksikan semangat gotong royong. Sebuah nilai yang sejak lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam pandangannya, program MBG dapat menjadi wahana pengungkit (multiplier effect/efek berantai ekonomi) bagi berbagai sektor sekaligus.

“MBG sukses, anak sehat, BUMD kuat, pemuda kerja, PAD naik. Ini multiplier effect yang kita kejar,” tegasnya.

Di balik ajakan itu, tersirat sebuah gagasan yang lebih luas: program sosial yang digulirkan pemerintah tidak hanya memproduksi manfaat langsung bagi penerimanya, tetapi juga mampu menghidupkan simpul-simpul ekonomi lokal. Dapur MBG yang setiap hari menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi ruang pemenuhan gizi, melainkan juga episentrum kecil perputaran ekonomi daerah.

Melalui pilihan sederhana, menggunakan air mineral produksi daerah yakni dari Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB), program yang berorientasi pada kesehatan generasi muda itu diharapkan sekaligus menumbuhkan daya tahan ekonomi lokal. Sebuah langkah kecil yang, bila dijalankan bersama, dapat menjelma menjadi arus manfaat yang berkelindan bagi masyarakat Kutim. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini