Beranda Kutai Timur Panen Malawai, Menjaga Pangan dari Tingkat Desa

Panen Malawai, Menjaga Pangan dari Tingkat Desa

51 views
0

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi saat menghadiri Pesta Panen di Dusun Malawai, Desa Tepian Teraap, Sangkulirang. Foto: Alvian/ProKutim 

SANGKULIRANG – Di tengah lanskap perbukitan dan hamparan lahan pertanian Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, denyut ketahanan pangan itu terasa nyata. Bukan melalui pidato panjang atau jargon pembangunan, melainkan dari bulir-bulir hasil panen yang dipetik petani dan dirayakan bersama dalam Pesta Panen Kelompok Tani Malawai Kanaan Sejahtera, Jumat, (12/6/2026). Perhelatan tersebut menjadi penanda bahwa di tengah perubahan iklim, gejolak ekonomi global, dan ketidakpastian pasokan pangan dunia, desa masih menyimpan daya tahan yang kokoh. Dari tanah yang digarap dengan ketekunan, para petani menghadirkan ikhtiar berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim), Mahyunadi, yang hadir dalam kegiatan itu menilai sektor pertanian kini memegang peran semakin strategis. Menurut dia, situasi global menunjukkan bahwa setiap negara, daerah, hingga desa perlu memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar wilayah.

“Ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga hasil kerja keras para petani yang setiap hari mengolah lahan dan menghasilkan pangan untuk masyarakat. Di tengah perubahan iklim dan kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu, peran petani menjadi semakin penting dan strategis,” ujar Mahyunadi.

Pernyataan itu mencerminkan realitas yang kini dihadapi banyak daerah. Ketika berbagai tantangan eksternal terus bermunculan, keberadaan petani menjadi salah satu penyangga utama kestabilan sosial dan ekonomi masyarakat. Ketersediaan pangan tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan ketekunan, kesabaran, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan alam.

Karena itu, Mahyunadi menegaskan bahwa Pemkab Kutim akan terus memberikan perhatian terhadap sektor pertanian. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur penunjang, peningkatan kapasitas petani, serta berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat tani.

“Kami ingin para petani di Kutai Timur terus maju dan berkembang. Pemerintah hadir untuk mendukung, karena keberhasilan petani sesungguhnya adalah keberhasilan daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesi petani layak memperoleh penghargaan yang setara dengan kontribusinya terhadap kehidupan masyarakat. Sebab, keberlangsungan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari terjaminnya kebutuhan pangan warga.

“Kalau pangan tersedia, masyarakat akan tenang dan pembangunan bisa berjalan dengan baik. Karena itu, mari kita bersama-sama mendukung sektor pertanian dan memberikan penghargaan yang layak kepada para petani,” tambahnya.

Di balik suasana syukur pesta panen, tersimpan pula kesadaran mengenai tantangan yang terus membayangi sektor pertanian. Cuaca yang semakin sulit diprediksi, perubahan musim, hingga dinamika ekonomi menjadi persoalan yang harus dihadapi petani dari waktu ke waktu.

Ketua Kelompok Tani Malawai Kanaan Sejahtera, Barnabas Jejer, mengatakan hasil panen tahun ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan seluruh anggota kelompok dalam mengelola lahan pertanian.

“Kami menyadari bahwa tantangan pertanian ke depan semakin besar, baik karena faktor cuaca maupun kondisi ekonomi. Namun kami tetap berkomitmen untuk terus menanam dan meningkatkan produksi sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujar Barnabas.

Menurut dia, keberlanjutan sektor pertanian membutuhkan dukungan yang konsisten. Pendampingan kepada petani, penyediaan sarana produksi, akses terhadap teknologi pertanian, hingga perbaikan infrastruktur penunjang menjadi kebutuhan yang penting untuk memperkuat daya saing sektor ini.

Ia berharap perhatian terhadap pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi semata, melainkan juga mampu menumbuhkan regenerasi pelaku usaha tani di pedesaan.

“Harapan kami, pertanian di Desa Tepian Terap semakin berkembang dan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini. Kami ingin pertanian menjadi sektor yang kuat, mandiri, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” harapnya.

Pesta panen yang digelar Kelompok Tani Malawai Kanaan Sejahtera pada akhirnya tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil yang diperoleh. Kegiatan itu juga menghadirkan pesan yang lebih luas tentang pentingnya membangun kemandirian pangan dari akar rumput. Dari petak-petak lahan yang digarap dengan ketekunan, dari tangan-tangan petani yang saban hari bergelut dengan tanah, lahir kontribusi nyata bagi ketersediaan pangan daerah. Di sanalah ketahanan pangan menemukan maknanya yang paling hakiki. Bertumpu pada desa, tumbuh dari kerja kolektif masyarakat, dan menjadi penyangga bagi masa depan Kutim. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini