Bupati Ardiansyah Sulaiman saat melakukan peninjauan di Desa Sangkima. Foto: Miftah/ Pro Kutim
SANGATTA SELATAN – Di sela peluncuran Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Lapangan Kantor Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (26/6/2026), Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama rombongan menyempatkan diri meninjau sejumlah hasil pembangunan yang dibiayai melalui program bantuan keuangan Rp 250 juta per RT.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari evaluasi langsung pemerintah daerah terhadap implementasi program unggulan Pemkab Kutai Timur yang bertujuan mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan terkecil.
Dalam kunjungannya, Ardiansyah melihat berbagai infrastruktur yang telah dibangun menggunakan dana RT sejak 2023 hingga 2025, mulai dari pembangunan pintu gerbang lingkungan, drainase, hingga semenisasi jalan yang hingga kini masih dimanfaatkan warga.
Bupati mengapresiasi koordinasi yang terjalin baik antara Pemerintah Desa Sangkima dengan para ketua RT dalam menentukan prioritas pembangunan dan pelaksanaan program di lapangan.

“Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Desa Sangkima yang melakukan koordinasi yang baik dengan RT sehingga pemanfaatan dana RT dapat berjalan optimal. Kita lihat tadi ada pembangunan sejak tahun 2023, 2024 hingga 2025 yang masih dimanfaatkan sampai sekarang,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut terlihat dari hasil pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Selain pembangunan fisik seperti pintu gerbang, drainase, dan jalan lingkungan, sebagian anggaran juga dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu pekerjaan yang ditinjau yakni semenisasi jalan sepanjang 42 meter yang terhubung dengan kawasan permukiman warga serta pembangunan drainase untuk mengurangi genangan air saat musim hujan. Pemerintah desa juga berencana melanjutkan pembangunan tersebut melalui alokasi anggaran tahun ini agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Ardiansyah menilai keberhasilan pemanfaatan dana RT di Desa Sangkima menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis lingkungan mampu memberikan dampak nyata apabila disertai perencanaan dan koordinasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Sangkima Muhammad Alwi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutim atas keberlanjutan program bantuan keuangan Rp 250 juta per RT yang dinilai sangat membantu percepatan pembangunan prioritas di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut memberikan keleluasaan bagi RT untuk menentukan kebutuhan paling mendesak yang harus segera ditangani tanpa harus menunggu program pembangunan skala besar.

“Dengan adanya bantuan ini, percepatan pembangunan yang benar-benar menjadi prioritas di lingkungan RT dapat segera dilaksanakan. Dari sisi kualitas pekerjaan juga alhamdulillah hasilnya jauh lebih baik karena masyarakat ikut mengawasi dan merasakan langsung manfaatnya,” kata Alwi.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini penggunaan dana RT di Desa Sangkima masih difokuskan pada pembangunan jalan lingkungan, drainase, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat RT.
Karena itu, ia berharap program bantuan keuangan Rp 250 juta per RT dapat terus dipertahankan sebagai solusi percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.

Momentum peninjauan tersebut sekaligus melengkapi peluncuran Gerakan ASRI yang digelar pada hari yang sama. Jika Gerakan ASRI menitikberatkan pada upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah, maka pembangunan jalan dan drainase melalui dana RT menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih layak dan berkualitas bagi masyarakat.
Program bantuan keuangan Rp 250 juta per RT pun dinilai telah membawa perubahan positif di Desa Sangkima, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di lingkungannya.(kopi8/kopi13/kopi3)
































