Beranda Kutai Timur Penanaman Pohon Warnai Peluncuran Gerakan ASRI di Kutim

Penanaman Pohon Warnai Peluncuran Gerakan ASRI di Kutim

42 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman secara simbolis melakukan penanaman pohon dalam Launching Program ASRI. Foto: Fuji/Miftah Pro Kutim

SANGATTA SELATAN – Hamparan Lapangan Kantor Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, berubah menjadi ruang hijau simbolik ketika Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meluncurkan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Jumat (26/6/2026). Peluncuran gerakan tersebut dirangkaikan dengan aksi penanaman berbagai jenis bibit pohon sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim.”

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Ketua TP-PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah membuka secara resmi kegiatan tersebut. Seusai seremoni, Bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Sangatta Selatan, Kepala Desa Sangkima, serta perwakilan dunia usaha melakukan penanaman pohon secara simbolis.

Bibit yang ditanam tidak hanya pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) sebagai flora identitas Kalimantan yang dikenal memiliki daya tahan tinggi dan bernilai konservasi, tetapi juga berbagai jenis pohon pelindung dan tanaman penghijauan lainnya. Penanaman tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat tutupan vegetasi, menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas udara, sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di Kabupaten Kutai Timur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kutim, Aji Wijaya Effendi, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi penggerak untuk membangun kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari merupakan warisan berharga yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan hidup generasi saat ini maupun generasi mendatang.

“Peringatan ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Aji dalam sambutannya.

Menurut Aji, Gerakan ASRI diharapkan menjadi awal lahirnya budaya hidup bersih, sehat, tertib, dan ramah lingkungan yang dimulai dari Desa Sangkima dan Kecamatan Sangatta Selatan sebelum diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Sementara itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa aksi penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Ia menilai upaya menjaga keseimbangan ekosistem tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah. Seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha yang beroperasi di Kutai Timur, harus menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menjaga hutan, ruang terbuka hijau, dan kualitas lingkungan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama dunia usaha. Hari ini hadir PT Pertamina yang wilayah ini merupakan kawasan ring satu Pertamina. Terima kasih karena terus menjaga ekosistem yang ada di sini, menjaga hutan yang ada di kawasan ini, serta terus berkontribusi terhadap lingkungan,” kata Ardiansyah.

Ia berharap bibit-bibit pohon yang ditanam, khususnya pohon ulin yang menjadi salah satu kekayaan hayati Kalimantan, kelak tumbuh menjadi penyangga ekosistem sekaligus menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

“Semoga langkah kecil ini mampu membawa perubahan besar bagi lingkungan kita di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Peluncuran Gerakan ASRI sekaligus menjadi penanda komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari desa dan rumah tangga. Melalui gerakan tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan, pengelolaan sampah, pelestarian hutan, serta pengendalian perubahan iklim terus meningkat sehingga terwujud lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah bagi seluruh masyarakat Kutai Timur. (kopi8/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini