Beranda Kutai Timur Pariwisata dan Budaya adalah Motor Ekonomi Kerakyatan Kutim 

Pariwisata dan Budaya adalah Motor Ekonomi Kerakyatan Kutim 

17 views
0

Penutupan Festival Sekerat Nusantara V dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menutup rangkaian Festival Sekerat Nusantara V Tahun 2026 di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Minggu (12/7/2026) malam. Festival tahunan tersebut kembali ditegaskan sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penutupan festival dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, anggota DPRD Kutim, kepala perangkat daerah, Camat Bengalon, kepala desa se-Kecamatan Bengalon, tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi Pemerintah Desa Sekerat dan seluruh panitia atas penyelenggaraan Festival Sekerat Nusantara yang dinilai mengalami perkembangan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi menjadi ruang untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Ketika wisata berkembang, UMKM tumbuh, produk lokal dikenal, dan masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

Bupati mengatakan Desa Sekerat memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata karena memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari panorama pantai, pegunungan hingga kawasan persawahan, serta sejarah panjang yang pernah menjadikan wilayah tersebut sebagai pelabuhan perdagangan pada masa lalu.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikembangkan agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor pertambangan.

“Kita ingin masyarakat semakin sadar bahwa daerahnya memiliki keindahan dan kekayaan budaya yang layak dibanggakan. Pariwisata harus menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ardiansyah juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim terus membangun kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai agenda budaya daerah, termasuk Festival Sekerat Nusantara, Festival Muara Bengalon, Festival Pulau Miang, Festival Sangkulirang, Festival Pantai Marang, Jepu-Jepu hingga Erau Adat Kutim yang mulai digelar tahun ini, menjadi bagian dari kalender budaya daerah.

Ia menilai festival-festival tersebut bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka ruang promosi bagi produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Bupati turut menyinggung potensi besar kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang saat ini menunggu penetapan dari pemerintah pusat.

Kawasan yang membentang dari Bengalon hingga Kaliorang itu dinilai menyimpan nilai sejarah dunia dengan jejak kehidupan manusia purba yang menjadi kekayaan tak ternilai bagi Kutim.

“Kutai Timur bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya sejarah, budaya, dan keindahan alam. Inilah kekuatan yang harus kita jaga bersama,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah mendorong setiap desa memanfaatkan sektor wisata sebagai sumber pendapatan desa. Ia membuka peluang pengembangan atraksi wisata baru, termasuk kolaborasi dengan komunitas olahraga dirgantara seperti paralayang maupun paramotor untuk menambah daya tarik wisata Sekerat.

Ia juga mengajak masyarakat memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM, industri rumahan, serta konsep integrated farming yang memadukan pertanian, peternakan, dan hortikultura dalam skala rumah tangga. Produk unggulan seperti pisang, kakao, nanas dan komoditas lokal lainnya diharapkan mampu memiliki nilai tambah melalui proses hilirisasi.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong pelaku usaha padat karya agar semakin banyak menyerap tenaga kerja lokal sehingga pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga meminta adanya laporan transaksi ekonomi selama festival sebagai indikator keberhasilan penyelenggaraan kegiatan.

“Festival harus mampu dibuktikan memberi dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Data transaksi penting agar publik mengetahui bahwa kegiatan budaya juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Selain itu, ia memastikan pemerintah terus mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata secara bertahap melalui dukungan pemerintah maupun kolaborasi dengan perusahaan, mengingat akses jalan menjadi faktor penting dalam pengembangan sektor pariwisata.

Di akhir sambutannya, Ardiansyah mengucapkan selamat kepada para pemenang berbagai lomba budaya tradisional seperti menyumpit dan gasing berturai serta mengajak masyarakat terus melestarikan budaya Melayu yang menjadi bagian dari identitas Kutim.

Baginya, Festival Sekerat Nusantara bukan sekadar panggung hiburan, melainkan cermin jati diri daerah. Dari pesisir Sekerat, denyut budaya berpadu dengan semangat membangun ekonomi rakyat membuktikan bahwa kekayaan alam, sejarah, dan tradisi dapat berjalan beriringan menjadi fondasi masa depan Kutim.(kopi15/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini