Beranda Kutai Timur Forkopimda Kutim Kuatkan Mitigasi El-Nino, hingga Percepatan Pembangunan Lapas

Forkopimda Kutim Kuatkan Mitigasi El-Nino, hingga Percepatan Pembangunan Lapas

92 views
0

Jalannya Rapat Forkopimda dalam koordinasi mitigasi. Foto: Habibah/Pro Kutim 

SANGATTA – Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan daerah tetap tangguh menghadapi berbagai potensi risiko. Mulai dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, hingga percepatan pembangunan infrastruktur strategis menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Forkopimda yang digelar di Ruang Rapat Mapolres Kutim, Rabu (8/7/2026).

Rapat dipimpin Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan dihadiri Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Komandan Kodim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin, Ketua Pengadilan Negeri Kutim Christina Simanulang, Kepala Badan Kesbangpol Tejo Yuwono, perwakilan Lanal Sangatta, Kejaksaan Negeri Kutim, serta unsur Forkopimda lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa menghadapi fenomena El Nino tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesiapsiagaan harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Menghadapi musim kemarau, masyarakat perlu menyiapkan penampungan air bersih sejak dini. Kita juga bersyukur hampir seluruh kecamatan sudah memiliki armada pemadam kebakaran dan kendaraan operasional penanganan karhutla sehingga kesiapsiagaan semakin baik,” ujarnya.

Menurut Ardiansyah, kesiapan sarana pemadam kebakaran di hampir seluruh kecamatan menjadi modal penting dalam mempercepat respons apabila terjadi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Namun demikian, ia menekankan bahwa langkah paling efektif tetaplah pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat.

Selain isu mitigasi bencana, Bupati juga menyampaikan sejumlah agenda strategis daerah. Di antaranya, percepatan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kutim agar warga binaan tidak lagi harus menjalani masa pidana di luar daerah. Ia juga mengungkapkan rencana integrasi Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan pusat kegiatan UMKM guna meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Di sektor pariwisata, Ardiansyah menyoroti potensi Pulau Miang yang memerlukan perhatian serius menyusul temuan buaya berukuran besar berdasarkan hasil pemantauan udara. Sementara itu, kawasan Karangan masih menjalani proses penilaian Geopark yang diharapkan dapat membuka peluang pengembangan wisata berbasis konservasi.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menjelaskan bahwa Polres telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi Lancang Kuning untuk memantau titik panas (hotspot) secara cepat sehingga potensi kebakaran dapat segera direspons.

“Kami terus melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi kekurangan air, memantau hotspot melalui aplikasi Lancang Kuning, serta bersinergi dengan TNI dan pemerintah daerah dalam kesiapsiagaan penanganan karhutla maupun kebakaran permukiman,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kutim Jimmi mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk menghemat sekaligus menampung air selama musim kemarau. Menurutnya, langkah sederhana tersebut akan sangat membantu mengurangi dampak kekeringan di tingkat rumah tangga.

Selain itu, DPRD juga mendorong investigasi terhadap dugaan pencemaran limbah minyak di wilayah perairan serta mengusulkan pemasangan CCTV di kawasan rawan sebagai bagian dari upaya pencegahan peredaran narkoba. Fasilitas internet Starlink dan radio UHF yang telah tersedia di sejumlah desa diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas instansi.

Sementara itu, Komandan Kodim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin menegaskan pentingnya percepatan program cetak sawah sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

“Lahan yang sudah siap harus segera diolah. Saat ini sekitar 20 hektare siap dikerjakan dan tidak perlu menunggu seluruh proses selesai. Dukungan bibit pertanian juga siap diberikan apabila lahan di kecamatan telah dipersiapkan,” katanya.

Ketua Pengadilan Negeri Kutim Christina Simanulang mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga berpotensi meningkatkan kebakaran hutan, kerusakan ekosistem, hingga gangguan kesehatan masyarakat seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Ia juga mengungkapkan bahwa Pengadilan Negeri Kutim saat ini menangani 115 perkara, yang didominasi kasus narkotika serta perlindungan perempuan dan anak.

Dari sektor kemaritiman, perwakilan Komandan Lanal Sangatta Rahadian menyampaikan patroli laut bersama perusahaan terus dilakukan untuk mengawasi dugaan pencemaran limbah minyak di perairan Sangkulirang dan Pulau Miang. Edukasi mengenai cuaca ekstrem dan gelombang tinggi juga rutin diberikan kepada para nelayan sebagai bagian dari mitigasi risiko.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Kutim melalui Kasi Intel Rahardian menyatakan dukungan terhadap berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah, termasuk penanganan wilayah rawan karhutla serta penyelesaian persoalan Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamatan Rantau Pulung.

Sebagai tindak lanjut rapat, Forkopimda menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya memperkuat mitigasi karhutla, meningkatkan kesiapan penyediaan air bersih, mempercepat program cetak sawah, memetakan dampak El Nino terhadap ketahanan pangan, membentuk kelompok kerja percepatan pembangunan Lapas, memperkuat pengawasan pencemaran laut, serta membentuk satuan tugas penanganan aktivitas buaya di kawasan Pulau Miang.

Kesepakatan tersebut mencerminkan komitmen bersama bahwa membangun daerah yang tangguh tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi melalui perencanaan, kolaborasi, dan langkah antisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, Kutai Timur diharapkan mampu menjaga stabilitas pembangunan, melindungi warganya dari dampak perubahan iklim, sekaligus memperkuat fondasi menuju daerah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. (kopi10/kopi13/kopi4)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini