Beranda Entertainment Pesona Tari Jepen Bekipas Jadi Pembuka Pentas Kutim 2026 

Pesona Tari Jepen Bekipas Jadi Pembuka Pentas Kutim 2026 

52 views
0

Penampilan Tari Jepen Bekipas. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Suasana Anggun dan penuh semangat mewarnai pembukaan acara Launching Pentas Kutai Timur (Kutim) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026) pagi tersebut dibuka secara semarak oleh penampilan Tari Jepen Bekipas.

Tarian tradisional Melayu Kutai tersebut dibawakan oleh para penari berbakat dari Sanggar Seni Untung Betuah. Sanggar seni yang berdiri di bawah binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutim ini berhasil memukau seluruh tamu undangan dan hadirin yang memenuhi ruangan.

Sebanyak lima orang penari tampil elok memperagakan gerakan demi gerakan yang dinamis namun tetap penuh kelembutan. Balutan gerakan yang harmonis membuat penampilan pembuka ini menjadi daya tarik tersendiri pada awal rangkaian acara launching tersebut.

Pelatih Tari Sanggar Seni Untung Betuah, Haswandi, menjelaskan bahwa Tari Jepen Bekipas memiliki makna mendalam yang menggambarkan filosofi kehidupan serta kearifan lokal masyarakat pesisir Kutai Timur.

“Tari Jepen Bekipas ini menceritakan tentang sikap yang teduh, hening, sekaligus penuh kegembiraan,” ujar Haswandi.

Haswandi menambahkan bahwa tarian tradisional ini memang secara khusus difungsikan dan dilestarikan sebagai sarana penghormatan kepada para tamu penting atau pejabat daerah yang hadir dalam hajatan besar.

“Tarian ini memang biasa kita gunakan sebagai tari penyambutan untuk tamu-tamu kehormatan,” tuturnya.

Dalam pementasannya, penari melengkapi penampilannya dengan properti kipas berwarna emas yang dikibaskan secara anggun dan kompak mengikuti irama musik pengiring. Properti tersebut rupanya bukan sekadar hiasan pertunjukan semata.

“Gerakan kipas berwarna emas ini tidak sembarangan, melainkan melambangkan simbol kejayaan bagi Kabupaten Kutim,” kata Haswandi.

Perpaduan antara kelembutan dan ketangkasan para penari di atas panggung turut merepresentasikan identitas serta nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh generasi muda daerah setempat.

“Kelembutan dan ketangkasan dalam menari ini mencerminkan karakter pemuda-pemudi pesisir Kutai Timur yang sopan, setia, hormat, dan patuh,” jelas Haswandi lebih lanjut mengenai pesan moral tarian tersebut.

Meskipun persiapan untuk pementasan ini terbilang sangat singkat karena keterbatasan waktu pemberitahuan, para penari mampu menunjukkan performa luar biasa dan sangat profesional.

“Persiapan kita sebenarnya cukup mendadak, hanya sekitar dua hari latihan. Namun alhamdulillah, karena anak-anak sudah memiliki dasar menari yang kuat dan berproses lama, penampilan bisa berjalan lancar dan maksimal,” tutupnya.(kopi14/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini