Beranda Kutai Timur Cuaca Ekstrem, Polres Kutim Fokus Pencegahan Karhutla 

Cuaca Ekstrem, Polres Kutim Fokus Pencegahan Karhutla 

15 views
0

Kapolres Kutim AKBP Aryansyah menjelaskan strategi pencegahan Karhutlan dan El Nino. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui sinergi lintas sektor. Di tengah meningkatnya ancaman akibat musim kemarau dan pengaruh fenomena iklim global, upaya pencegahan dinilai menjadi benteng terdepan untuk melindungi masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kutim AKBP Aryansyah saat memberikan sambutan dalam Rakor Karhutla dan El Nino di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi kondisi karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi teknis, perusahaan, relawan, hingga masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres Aryansyah menekankan bahwa perubahan cuaca yang dipengaruhi fenomena iklim global telah meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut menuntut seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah-langkah pencegahan sejak dini.

“Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran semata, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan, kelestarian lingkungan, hingga keberlangsungan aktivitas ekonomi. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

Paparan yang disampaikan dalam rapat menunjukkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Juli 2026 terdeteksi 60 titik hotspot di areal perkebunan di Kabupaten Kutim. Dari jumlah tersebut, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 65 hektare. Sementara pada tahun 2025 hingga 2026, wilayah Batu Barat menjadi kawasan dengan jumlah hotspot yang relatif lebih banyak, sedangkan di wilayah Tutupan tidak tercatat adanya hotspot.

Berdasarkan data bulanan, peningkatan hotspot tertinggi terjadi pada April 2026 dengan 22 titik hotspot yang mengakibatkan sekitar 25 hektare lahan terbakar, termasuk pada kawasan yang berdekatan dengan area pertambangan.

Kapolres menjelaskan, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus dipertahankan meskipun beberapa wilayah masih relatif aman dari kebakaran. Menurutnya, satu titik api yang terlambat ditangani dapat berkembang menjadi bencana yang lebih besar apabila dipengaruhi angin kencang dan kondisi lahan yang kering.

Sebagai langkah pencegahan, Polres Kutim bersama jajaran Polsek secara aktif melaksanakan patroli serta mendatangi setiap titik hotspot yang terdeteksi. Hingga saat ini telah dilaksanakan 301 kegiatan penanganan dan pengecekan titik hotspot.

Selain itu, kegiatan sambang dan penyampaian imbauan kepada masyarakat juga terus digencarkan. Tercatat sebanyak 430 kegiatan sosialisasi dan edukasi telah dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Polres Kutim juga mengoptimalkan layanan Command Center Polri 110 sebagai saluran pelaporan masyarakat apabila menemukan indikasi kebakaran. Di sisi lain, penyebarluasan informasi pencegahan dilakukan melalui berbagai media dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, influencer, unsur tiga pilar di tingkat kabupaten maupun kecamatan, serta para Bhabinkamtibmas.

Kapolres menambahkan bahwa pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa terus didorong agar masyarakat menjadi bagian dari sistem deteksi dini sekaligus garda terdepan dalam mencegah munculnya kebakaran.

Dalam upaya penanggulangan, Polres Kutim mengerahkan kekuatan personel secara terpadu bersama TNI, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, relawan, pemerintah desa, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur, di antaranya PT Indexim Coalindo, PT Fajar, PT KPC, PT Dewata, PT Sinarmas, dan PT Duta Samba.

Secara keseluruhan terdapat 134 personel gabungan yang disiagakan dalam operasi pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Dari sisi sarana dan prasarana, Polres Kutim bersama jajaran memiliki satu unit Armoured Water Cannon (AWC), enam kendaraan roda empat double cabin, serta 19 unit sepeda motor trail untuk mendukung mobilitas petugas menuju lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Dukungan juga datang dari sektor swasta melalui penyediaan traktor, truk tangki air, serta berbagai peralatan pemadaman lainnya.

Sementara itu, infrastruktur pendukung pencegahan karhutla di Kutim juga terus diperkuat. Terdapat 208 embung yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Sangatta Utara, Rantau Pulung, Kaubun, Teluk Pandan, Muara Wahau, Kongbeng, dan Muara Ancalong. Kecamatan Muara Wahau menjadi wilayah dengan jumlah embung terbanyak, yaitu 124 lokasi.

Selain embung, tersedia pula puluhan sumur bor, 24 sekat kanal, serta 72 menara pantau yang tersebar di lima kecamatan sebagai bagian dari sistem pemantauan dini terhadap potensi kebakaran.

Menutup sambutannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya ditentukan oleh banyaknya personel maupun peralatan, melainkan juga oleh tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat.

“Api yang kecil akan mudah dipadamkan ketika semua bergerak bersama. Sebaliknya, api yang dibiarkan dapat menjadi bencana besar. Karena itu, mari kita jaga hutan dan lahan Kutai Timur sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang,” pungkasnya.(kopi15/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini