Beranda Kutai Timur DPPKB dan Pemcam Bengalon Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan 

DPPKB dan Pemcam Bengalon Bentuk Sekolah Siaga Kependudukan 

13 views
0

 DPPKB dan Pemcam Bengalon dalam acara Sosialisasi dan Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan. Foto: Wahyu/DPPKB

BENGALON – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) bersama Pemerintah Kecamatan Bengalon resmi menginisiasi sosialisasi sekaligus pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Bengalon. Mengangkat tema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Generasi Berkualitas, Berkarakter, dan Berdaya Saing”, perhelatan ini berlangsung di ruang pertemuan Kantor Camat Bengalon, Rabu (5/8/2026) pagi.

Agenda strategis ini dihadiri oleh Kepala Bidang Dalduk Tristiningsih, perwakilan sekolah SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Bengalon, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam). Sejumlah narasumber kompeten turut membekali para peserta, salah satunya ialah Yulianto dari Kemendukbangga RI Perwakilan Kaltim memaparkan materi implementasi pendidikan kependudukan pada SSK, sementara Karisya Humaira mengupas kebijakan serta strategi kerja sama pendidikan kependudukan. Tak ketinggalan, Kuncoro dari SMAN 1 Sangatta Selatan membagikan best practice penerapan SSK yang telah sukses berjalan di sekolahnya.

Saat membuka acara, Plh Kepala DPPKB Yuriansyah T menyampaikan apresiasi tinggi atas fasilitasi yang disiapkan Pemerintah Kecamatan Bengalon. Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik ini menegaskan bahwa program SSK memegang peranan vital dalam menyikapi puncak bonus demografi, momen ketika populasi usia produktif melampaui usia non-produktif.

“Peluang besar pembangunan ini hanya bisa dipetik jika kita menyiapkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Sebaliknya, bonus demografi berisiko menjadi beban jika generasi muda tidak dibekali pengetahuan, keterampilan, karakter, dan perencanaan masa depan yang matang,” tegas Yuriansyah.

Ia menambahkan, SSK dirancang sebagai ruang pembentukan sikap, pemahaman, dan perilaku siswa dalam merespons tantangan zaman. Caranya dengan mengintegrasikan isu kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga langsung ke dalam proses pembelajaran di sekolah. Keberhasilan program ini, menurutnya, menuntut sinergi lintas sector mulai dari DP2KB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, hingga para tenaga pendidik dan pemangku kepentingan terkait.

Senada dengan hal tersebut, Plh Kasi PMDK Kecamatan Bengalon, Marnawati, berharap sosialisasi ini mampu memperdalam pemahaman para peserta mengenai isu kependudukan dan program Keluarga Berencana.

“Para guru diharapkan dapat menyisipkan materi kependudukan ke dalam kurikulum pembelajaran, sekaligus tampil sebagai agen perubahan yang mencetak generasi sehat, berkualitas, dan sadar kependudukan,” tutur Marnawati.

Langkah kolaboratif ini menjadi pemicu awal bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Bengalon untuk tampil sebagai percontohan dan penggerak pengembangan SSK di seluruh wilayah Kutim.(kopi8/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini