Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat memberikan sambutan. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi memberikan pesan penting dalam momen pelepasan siswa siswi SMAN 1 Sangatta Selatan Suasan yang digelar dinRuang Akasia GSG Bukit Pelangi, Selasa (14/4/2026).
Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan Rubito yang dinilai berhasil membawa sekolah meraih berbagai prestasi hingga tingkat nasional.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para guru yang disebutnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, serta kepada orang tua yang telah berperan besar dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.
“Momentum pelepasan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Anak-anakku sekalian harus menentukan langkah ke depan dengan matang,” ujar Mahyunadi.

Mahyunadi menekankan pentingnya pendidikan lanjutan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, lulusan SMA saat ini dituntut memiliki keterampilan lebih agar mampu bersaing di dunia kerja.
Ia menyarankan para siswa untuk memprioritaskan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar daerah, sembari terus mengembangkan potensi diri.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Kabupaten Kutim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, di antaranya program Beasiswa Tuntas yang membiayai penuh pendidikan mahasiswa hingga selesai, Beasiswa Stimulan berupa bantuan sebagian biaya pendidikan, program kerja sama pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Sampoerna University yang memberikan kesempatan beasiswa penuh dengan ijazah ganda internasional, program Kutim Cerdas dan Beasiswa Berdaya melalui kolaborasi dengan perusahaan.
Selain itu, Pemkab Kutim juga berencana melakukan revitalisasi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) guna meningkatkan minat dan kualitas lulusan, serta mendorong perusahaan di sektor perkebunan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Mahyunadi turut menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia menghadapi masa pasca tambang. Ia berharap perusahaan dapat berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang mampu mengelola lahan bekas tambang menjadi sektor produktif dan bernilai ekonomi.
Di sisi lain, ia mengungkapkan adanya penurunan anggaran daerah hingga 65 persen akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemkab Kutim tetap berupaya mengoptimalkan berbagai program bantuan dari pusat, seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan program revitalisasi sekolah.

Menutup sambutannya, Mahyunadi berpesan agar para lulusan memiliki keteguhan hati dalam menghadapi tantangan hidup, serta tidak melupakan nilai-nilai spiritual.
“Perkuat doa, ibadah, dan ketakwaan. Dengan itu, insya Allah setiap persoalan akan ada jalan keluarnya,” pesannya.
Ia juga berharap para lulusan kelak dapat menjadi generasi penerus yang memimpin Kutim di masa depan.
Pada kesempatan yang sama, pihak sekolah memberikan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dari berbagai kelas.
Untuk kategori kelas XII, peraih nilai terbaik antara lain Raffa Ainur Fajri (91,29), Marcio Raf Cirebati Wae (92,64), Riv At Azzahra (93,43), Enok (91,71), Ayudia Pratiwi (92,21) serta beberapa yang lainnya.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para siswa selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Sangatta Selatan.
Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh emosional, ditandai dengan ungkapan terima kasih dari siswa kepada guru dan orang tua, serta harapan untuk masa depan yang lebih gemilang.
Momentum ini menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya, membawa nama baik sekolah dan daerah menuju masa depan yang lebih cerah.(kopi15/kopi13)

































