Beranda Kutai Timur Kutim Kirim Dokter ke Daerah Terpencil, Jawab Ketimpangan Layanan Kesehatan

Kutim Kirim Dokter ke Daerah Terpencil, Jawab Ketimpangan Layanan Kesehatan

16 views
0

Pelayan Kesehatan bergerak digelar Dinkes Kutim di Wilayah Desa Susuk Tengah Kecamatan Sandaran.Foto: Dewi/Pro Kutim

SANDARAN – Persoalan geografis dan aksesibilitas masih menjadi tantangan besar dalam pemerataan layanan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di Kecamatan Sandaran, yang letaknya terpisah jarak dan jalur transportasi yang menantang dari pusat pemerintahan, kehadiran dokter spesialis menjadi pemandangan yang langka sekaligus dinanti.

Guna menjawab ketimpangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) resmi meluncurkan program pelayanan kesehatan bergerak di daerah terpencil perbatasan kepulauan (DTPK) di Desa Susuk Tengah, Kecamatan Sandaran, Kamis (7/5/2026). Program ini bukan sekadar kunjungan medis biasa, melainkan bagian dari 50 program prioritas daerah untuk memperpendek jarak antara fasilitas medis dan masyarakat di wilayah pesisir serta terpencil.

Peluncuran program ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah. Kehadiran tim medis yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, anak, bedah, hingga penyakit dalam menjadi tumpuan harapan bagi warga di wilayah Susuk dan sekitarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Triana Nur, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di Sandaran didasari atas data kesehatan yang krusial. Wilayah ini masih mencatatkan angka kematian ibu dan anak yang cukup tinggi, serta prevalensi tengkes (stunting) yang memerlukan intervensi segera.

“Pelayanan kesehatan bergerak ini adalah bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan pelayanan yang optimal. Kami ingin memastikan kehadiran negara dalam memberikan hak dasar kesehatan bagi warga,” ujar Triana.

Bagi Triana, tugas ini terasa personal. Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Susuk, ia menyaksikan sendiri evolusi wilayahnya—dari masa ketika akses transportasi nyaris buntu hingga kini saat infrastruktur mulai menampakkan perbaikan.

Layanan kesehatan di Sandaran ini merupakan titik awal dari rangkaian perjalanan medis di tahun 2026. Dinas Kesehatan Kutim menjadwalkan program serupa akan menjangkau delapan titik lokus pelayanan di berbagai kecamatan. Setelah Sandaran, tim direncanakan bergerak menuju Kecamatan Muara Bengkal.

Strategi “menjemput bola” ini sebelumnya juga telah diterapkan melalui program Dokter Kapal yang menyisir wilayah Sandaran hingga Manubar. Integrasi antara layanan medis jalur laut dan darat ini diharapkan mampu menciptakan jaring pengaman kesehatan yang lebih rapat bagi masyarakat pesisir.

Wakil Bupati Mahyunadi, saat membuka kegiatan secara resmi, menekankan bahwa perluasan akses kesehatan adalah kunci peningkatan derajat hidup masyarakat. Di tengah upaya pemerintah memperbaiki konektivitas wilayah, kehadiran layanan bergerak menjadi solusi transisi yang paling menyentuh kebutuhan mendasar warga.

Melalui program ini, pemerintah tidak hanya membawa obat-obatan dan peralatan medis, tetapi juga membawa pesan bahwa tak boleh ada satu pun warga yang terabaikan hanya karena mereka tinggal di tepian peta.(kopi15/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini