Beranda Keagamaan Kurban LDII Kutim Tembus 170 Sapi dan 68 Kambing, Senilai Rp4,1 Miliar

Kurban LDII Kutim Tembus 170 Sapi dan 68 Kambing, Senilai Rp4,1 Miliar

97 views
0

Momen Ibadah Salat Iduladha 1447 H Warga LDII Kutim di Masjid Ulu Albaab, Sangatta Utara. (Ist)

SANGATTA – Pagi Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Ulul Albaab, Jalan Permai Raya, Sangatta Utara, Rabu (27/5/2026), mengalir dalam suasana teduh dan khusyuk. Ratusan jemaah memadati pelataran masjid sejak fajar mulai merekah. Takbir bersahutan lirih, berpaut dengan langkah warga yang datang membawa semangat ibadah sekaligus ikhtiar mempererat tali kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Di tengah perayaan hari besar umat Islam itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kutai Timur (Kutim) mencatatkan penghimpunan hewan kurban dengan nilai mencapai sekitar Rp4,1 miliar. Tahun ini, warga LDII Kutim menyembelih 170 ekor sapi dan 68 ekor kambing yang tersebar di sejumlah masjid binaan LDII di berbagai wilayah Kutim.

Momentum Iduladha kali ini tidak hanya dipahami sebagai seremoni tahunan penyembelihan hewan kurban. Di balik denyut aktivitas para panitia dan warga, tersimpan iktikad untuk meneguhkan nilai keikhlasan, pengorbanan, solidaritas, serta kepedulian terhadap sesama.

Ketua DPD LDII Kutim, Theo Okta Wirawan, didampingi Sekretaris DPD LDII Kutim, Nurahmat Priono, mengatakan bahwa Iduladha menjadi ruang pembelajaran spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat.

“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Kami berharap momentum ini dapat mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa saling berbagi kebahagiaan di tengah masyarakat,” ujar Theo usai pelaksanaan Salat Iduladha.

Theo menuturkan, ibadah kurban memiliki makna mendalam lantaran mengajarkan umat Islam untuk menumbuhkan ketulusan hati dalam beribadah serta membangun kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Nilai-nilai itu, menurut dia, menjadi penting di tengah kehidupan sosial yang terus bergerak dinamis.

Di sejumlah titik penyembelihan, warga tampak bergotong royong sejak pagi. Ada yang menyiapkan lokasi pemotongan, membungkus daging kurban, hingga menyusun distribusi agar penyalurannya berlangsung tertib. Aktivitas itu berjalan dalam suasana guyub dan penuh kesadaran kolektif.

Theo menjelaskan, pendistribusian daging kurban dilakukan secara terorganisir agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata. Sasaran penerima tidak hanya warga sekitar masjid, melainkan juga masyarakat kurang mampu, lembaga sosial, serta berbagai elemen masyarakat di sejumlah kawasan di Kutim. Menurut dia, tingginya partisipasi warga dalam berkurban juga menjadi penanda meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berbagi rezeki dan memperkuat solidaritas sosial antarsesama.

Sementara itu, Sekretaris DPD LDII Kutim, Nurahmat Priono, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Iduladha dilaksanakan secara gotong royong oleh panitia dan warga LDII. Mulai dari persiapan Salat Id, proses penyembelihan, hingga pendistribusian daging kurban dilakukan bersama-sama.

“Semua dilaksanakan bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Ini bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga bentuk pendidikan sosial agar masyarakat terbiasa saling membantu dan peduli terhadap sesama,” kata pria yang akrab disapa Pri itu.

Bagi warga LDII Kutim, Iduladha bukan hanya peristiwa keagamaan yang hadir setahun sekali. Perayaan itu menjadi wahana untuk merawat ukhuwah Islamiyah, meneguhkan rasa setali rasa di tengah masyarakat, serta menanamkan tradisi berbagi yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Di tengah geliat pembangunan dan perubahan sosial di Kutim, semangat berbagi melalui kurban menjadi peneduh yang mengingatkan bahwa keberlimpahan rezeki pada hakikatnya memiliki ruang untuk dibagikan kepada sesama.

Dari halaman Masjid Ulul Albaab pagi itu, gema takbir tidak hanya menggema sebagai syiar ibadah, tetapi juga sebagai penanda hidupnya solidaritas sosial di tengah masyarakat Kutim. (*/kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini