Beranda Kutai Timur Program Nasional Harus Dikawal – Infrastruktur Jadi Perhatian, Juga Perluasan Lahan Pertanian

Program Nasional Harus Dikawal – Infrastruktur Jadi Perhatian, Juga Perluasan Lahan Pertanian

116 views
0

SANGATTA – Titik ketujuh sasaran road show Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) wilayah pedalaman oleh Wakil Bupati Kasmidi Bulang adalah Kecamatan Long Mesangat. Rombongan kunjungan kerja Wakil Bupati Kasmidi Bulang bersama jajaran perwakilan pejabat esselon III dan IV dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Setkab Kutai Timur (Kutim) beserta anggota DPRD dan Polres Kutim ngeluruk ke Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Long Mesangat, Jumat (24/2).

Untuk bisa sampai di Long Mesangat, rombongan harus lebih dulu menempuh perjalanan melelahkan setelah mengunjungi Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong berakhir di Long Mesangat pada hari ketiga kegiatan musrenbang zona pedalaman, dimulai sejak Rabu (22/2) lalu. Beberapa pokok masalah dari presentasi usulan program kerja sebelumnya di musrenbang desa diselesaikan dalam kegiatan ini. Pukul 18.30 Wita agenda kerja dimulai pada suasana yang hampir petang. Di poin Long Mesangat ini Kasmidi Bulang langsung membuka musrebang. Dia mengatakan musrenbang adalah suatu kegiatan diskusi utama serentak digelar di daerah dan kabupaten se-Indonesia.

“Ini program nasional jadi harus wajib melakukan pengawasan dan pengawalan secara mendalam. Instansi dari pemerintahan desa mulai camat dan kepala desa (kades) wajib berkolaborasi dalam penajaman perencanaan menuju fokus dan tuntas,” pintanya.

Dia menyebut musrenabng sebelumnya tidak berjalan maksimal dan blank. Untuk itu periode Ismu-Kb ini dia tidak berharap hal itu terjadi lagi. Seusai janji Ismu-KB, pemerintahan kabupaten selalu menerima asprirasi dari seluruh elemen masyarakat. Bupati dan Wabup berkomitmen melaksanakan pekerjaan pembangunan desa sesuai rencana.

Bekerjasama dengan anggota DPRD Kutim sebagai pihak yang meng-gol-kan hak budget anggaran. Setelah musrenbangcan dilanjutkan musrebang kabupaten dalam waktu dekat. Disambung dengan rapat dengan DPRD Kutim menghasilkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Diluar program Gerbang Desa Madu (gerakan pembangunan desa mandiri dan terpadu) Rp 2- 5 Miliar per tahun masih ada alokasi anggaran dana desa (ADD) untuk Long Mesangat mendapatkan jatah program desa membangun sebesar Rp 13 Miliar. Tahun lalu hanya mendapatkan Rp 5 Miliar. Selain itu belum termasuk anggaran bantuan lain seperti dari Provinsi atau DPRD sebesar Rp 13 Miliar. Jika ditotal menjadi sekitar Rp 26 Miliar dana segar untuk pembangunan.

Camat Long Mesangat Darmansyah menyatakan siap mengawal program tersebut. Pasalnya semua masukan laporan usulan program pembangunan di Kecamatan Long Mesangat sudah masuk. Dia mengaku selalu berkoordinasi penuh dengan kades dan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

“Ada 7 desa seperti Desa Melan, Sika Makmur, Segoy Makmur, Mukti Utama, Sumber Sari, Tanah Abang, dan Sumber Agung sudah menyalurkan aspirasi usulan dan saya tampung. Selanjutnya presentasi ke kabupaten. Sebagian besar meminta peningkatan infstruktur seperti pembangunan semenisasi jalan, pembangunan sarana listrik atau penerangam PLN, pembangunan kantor desa terpadu, pembuatan masjid dan gereja, dan gedung sekolah,” imbuhnya.

Darmansyah juga menambahkan khusus sektor pertanian kawasan Long Mesangat sangat menjanjikan. Karena mempunyai kebun dengan lahan cukup luas dalam pengembangan perkebunan. Contohnya pembuatan lahan sawah baru, pengadaan bibit padi, pembuatan saluran irigasi, dan pengadaan bibit singkong gajah. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here