Beranda Umum & Ekonomi Wakil Bupati Terima Kunjungan – Pertamina EP Sangatta

Wakil Bupati Terima Kunjungan – Pertamina EP Sangatta

104 views
0

Wakil Bupati Kasmidi Bulang menerima cinderamata dari Field Manager Pertamina EP Asset 5 Sangatta, Hanif Setiawan (Foto: Vian Humas)

SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) akan terus membangun komunikasi intensif dengan seluruh stakeholder baik yang bergerak di bidang pertambangan maupun perkebunan dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta kapasitas SDM.

“Pembangunan di Kutim tidak bisa hanya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah, harus ada “sharing participant” yang melibatkan swasta. Anggaran pemerintah terbatas, jadi harus ada dukungan dari perusahaan,” jelas Kasmidi saat menjamu kunjungan Manajemen PT Pertamina EP Asset 5 di Ruang Tempudau Kantor Bupati, Kamis (31/10/2019).

Kasmidi menambahkan, pertemuan seperti ini akan rutin digelar agar tercipta komunikasi yang efektif sehingga persoalan-persoalan dasar warga yang ada disekitar perusahaan cepat teratasi. Bukan hanya dengan Pertamina tapi dengan seluruh stakeholder yang ada di Kutim.

“Silaturahmi seperti ini harus terus dibangun, mungkin dari pertemuan ini ada solusi atau terobosan – terobosan baru dalam percepatan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mendesak segera diatasi,” ujar Kasmidi.

Terkait dengan kelangkaan BBM yang terjadi beberapa hari terakhir ini, Wakil Bupati Kasmidi Bulang sudah menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk memantau langsung dan segera melaporkan hasil investigasi.

“Sudah empat hari terakhir ini memang terlihat antrian panjang. Saya sudah mengintruksikan kepada Disperindag untuk memantau langsung mengapa sampai terjadi kelangkaan BBM ini dan segera laporkan hasilnya untuk dicarikan solusinya,” jelas Kasmidi.

Sebelumnya Field Manager PT Pertamina EP Aset 5 Sangatta, Hanif Setiawan menjelaskan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi di Sangatta segera disampaikan ke Divisi Distribusi dan Pemasaran yang ada di Balikpapan dan Jakarta.

“Dari jumlah kuota BBM untuk Kutim tidak ada pengurangan, kemungkinan bisa terjadi kendala di transportasi dan distribusi ke SPBU atau ada kemungkinan demand yang cukup besar dari kuota yang ada sehingga terjadi kekurangan di lapangan. Persoalan ini akan kami sampaikan ke Divis Distribusi dan Pemasaran yang ada di Balikpapan dan Jakarta,” jelas Hanif.(hms4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here