Beranda Pemerintahan Pemkab Kutim Siap Dukung BPS – Sukseskan Sensus Penduduk 2020

Pemkab Kutim Siap Dukung BPS – Sukseskan Sensus Penduduk 2020

115 views
0

Kepala BPS Kutim, Akhmad Junaidi memaparkan SP 2020 dihadapan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra, Suko Buono, pimpinan OPD dan peserta rapat koordinasi.(Foto: Vian Humas).

SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur siap mendukung Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanaan Sensus Penduduk (SP) 2020. Dukungan dimaksud disampaikan Wakil Bupati Kasmidi Bulang mewakili Pemkab Kutim usai mendengarkan sosialisasi rencana pelaksanaan SP 2020 yang akan dilaksanakan oleh BPS Kutim.

Kasmidi menjelaskan bahwa satu data untuk Indonesia sangat penting. Terutama dalam menyusun berbagai kebijakan dan program. Serta mampu memetakan potensi penduduk suatu wilayah.

“Ini sangat penting bagi Pemkab Kutim dalam menyusun dan mengambil kebijakan yang tepat untuk masyarakat Kutim. Hasil SP ini tentu bukan hanya mengukur kuantitas, tapi juga akibat dari jumlah itu. Berapa banyak pangan yang akan dibutuhkan, rumah dan pendidikan,” jelas Kasmidi.

Dia juga menginstruksikan kepada seluruh OPD untuk mendukung BPS dalam tahap sosialisasi pada Februari hingga Maret 2020.

”Input datanya akan menggunakan metode kombinasi antara tradisional dan berbasis registrasi. Jadi metode kombinasi ini menggunakan data registrasi yang relevan dengan sensus, kemudian dilengkapi dengan hasil survei. Ayo berikan data yang akurat,” ajak Kasmidi.

Sebelumnya, Kepala BPS Kutim, Akhmad Junaidi menjelaskan bahwa sosialisi SP 2020 bertujuan untuk meminta dukungan OPD dalam mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia (SDKI). Kesimpangsiuran data dari berbagai lembaga dan instansi pemerintah baik pusat dan daerah menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan serta pengambilan kebijakan pemerintah.

“SP 2020, (adalah tentang) bagaimana menyiapkan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju SDKI secara ‘de facto’ (berdasarkan fakta) dan ‘de jure’ (berdasarkan hukum). Kemudian hasil tersebut sebagai indikator demografi dan proyeksi penduduk seperti tingkat fertilitas, mortalitas dan migrasi,” jelas Junaidi.

Ia menambahkan bahwa di awal Februari hingga Maret, BPS akan melaksanakan “roadshow” ke beberapa OPD untuk sosialisasi. SP 2020 menjadi sensus kependudukan pertama yang memanfaatkan data registrasi penduduk dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Data yang dikumpulkan melingkupi 22 pertanyaan yang terbagi dalam empat variable.

“Yakni individu, pekerjaan, pendidikan dan perumahan, ” jelasnya. (hms4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here