Beranda Kutai Timur Dibangun Dengan Dana Rp 60 Juta – Tugu Lebah Kelulut Jadi Objek...

Dibangun Dengan Dana Rp 60 Juta – Tugu Lebah Kelulut Jadi Objek Wisata Baru

353 views
0

IKONIK: Tugu Lebah Kelulut yang baru saja diresmikan oleh Bupati Ismunandar beberapa waktu lalu. (Foto: Irfan Humas)

SANGATTA-Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini punya icon wisata baru namanya Tugu Lebah Kelulut yang berada di kawasan Jalan Diponegoro Dusun Gunung Teknik Desa Sangatta Selatan. Pasca diresmikan oleh Bupati Kutim Ismunandar, Minggu (22/12/2019) lalu, tugu ini pun menjadi daya tarik di Sangatta Selatan yang akan menjadi cikal bakal objek wisata baru di Kutim. Tugu yang dibangun lewat bantuan dana Pemkab Kutim ini sebesar Rp 60 Juta itupun mulai diserbu warga untuk berfoto selfie-ria menggunakan smartphone.

Salah satu penggagas pembangunan Tugu Lebah Kelulut yaitu Khairuddin mengatakan baru saja tugu ini dioperasionalkan, beberapa warga di area Sangatta Selatan dan maupun dari Sangatta Utara setiap sore banyak yang singgah hanya untuk mendapatkan foto terbaik dengan background patung lebah dengan tinggi sekitar 6 meter tersebut.

“Kini simpang Tugu Lebah Kelulut yang berdekatan tiga Jalan Diponegoro antara jalan menuju kawasan Pertamina dan Dusun Teknik itupun jadi wisata baru warga selain Tugu Singa Mose di simpang tiga Jalan Yos Sudarso dan Jalan Wolter Monginsidi. Ada alternatif warga mencari sesuatu yang baru. Kami pun bersyukur warga banyak yang menyukainya, karena memang tujuan dibangunnya Tugu Lebah Kelulut ini yaitu Sangatta Selatan menjadi kampung penghasil madu kelulut,” ucap pria yang menjadi anggota pengurus Kelompok Tani (Poktan) budi daya madu kelulut yaitu Trigona Reborn Sangatta (TRS) itu.

Ditambahkan Khairuddin yaitu sesuai dengan arahan Bupati Ismunandar seluruh warga Sangatta Selatan didorong untuk mengembangkan budi daya madu kelulut dan gaungnya bisa terdengar di seluruh Kutim. Tidak hanya itu Bupati Ismunandar menyarankan jika satu rumah bisa mempunyai satu log (sarang) lebah madu kelulut, agar nantinya menjadi sentral madu kelulut.

“Kami pun dalam hal ini komunitas petani TRS siap mengemban amanah dari Bupati Ismunandar. Menuju 2020 produksi madu kelulut akan kami maksimalkan meningkat. Sebanyak 70 petani di TRS sudah berkomitmen untuk mengembangkan budi daya madu kelulut dipasarkan sampai ke luar Sangatta dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari penjualan madu kelulut hasilnya petani maupun masyarakat bisa sejahtera,” tutupnya. (hms13)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here