Beranda Sosial & Kesehatan Sudah Terbangun 35 Unit Pamsimas – Tahun Ini Segera Dibangun Tiga Lagi

Sudah Terbangun 35 Unit Pamsimas – Tahun Ini Segera Dibangun Tiga Lagi

146 views
0

Saat Kabid SDA, TTG dan PKP H Jarnoko diwawancarai awak media. (Wahyu Pro Kutim)

SANGATTA – Capaian pembangunan Pemkab Kutim, khususnya untuk Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) patut diapresiasi. Sejak 2017, Pemkab Kutim dibawah kepemimpinan Bupati H Ismunandar telah membangun 35 unit Pamsimas. Guna menjangkau pelayanan air bersih bagi masyarakat di desa yang belum tersentuh PDAM Tirta Tuah Benua Kutim.

“Untuk tahun 2020 ini (program Pamsimas) bakal tambah di tiga desa. Yakni di Desa Pulau Miang (Sangkulirang), Desa Tepian Indah (Bengalon) dan Desa Wanasari (Muara Wahau),” sebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutim, Suwandi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Alam, Teknologi Tepat Guna, Pembangunan Kawasan Perdesaan (Kabid SDA, TTG dan PKP), H Jarnoko, belum lama ini.

Jarnoko mengatakan program Pamsimas di Kutim telah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Pusat secara nasional. Yani Pemkab Kutim telah membangun 35 unit Pamsimas di desa-desa yang ada diwilayah Kutim. Detailnya kembali dijelaskan olehnya bahwa sejak 2017, Pamsimas di bangun di Desa Danau Redan (Teluk Pandan), Rantau Panjang, Long Noran dan Long Segar (Telen), Manunggal Jaya (Rantau Pulung), Martadinata (Teluk Pandan). Berikutnya Sempayau (Sangkulirang) dan Sika Makmur Tanah Abang (Long Mesangat).

Selanjutnya pada 2018, kembali dibangun di Desa Cipta Graha (Kaubun), Dabeq (Muara Wahau), Kandolo (Teluk Pandan), Kebon Agung (Rantau Pulung), Long Bentuk (Busang). Melan (Long Mesangat). Pengadan Baru (Kaubun), Pulung Sari (Rantau Pulung), Rantau Sentosa (Busang), Suka Damai (Teluk Pandan). Suka Maju (Kongbeng), Telaga (Batu Ampar), Tepian Terap (Sangkulirang).

“Kemudian pada tahun 2019 lalu di Desa Bumi Rapak (Kaubun), Benhes, Diaq Lay, Long Wehea dan Nehesliah Bing (Muara Wahau). Marah Haloq (Telen), Tanjung Labu (Rantau Pulung), Marga Mulia, Sidomulyo dan Sri Pantun (Kongbeng). Tepian Langsat dan Tebangan Lembak (Bengalon),” sebut Jarnoko.

Pamsimas dibangun dengan spesifikasi berbeda-beda. Menyesuaikan letak geografis desa dan sumber air baku yang ada. Namun jika dirata-ratakan setiap Pamsimas menyedot anggaran berkisar Rp 250 juta per desa. Bersumber dari APBN berdasarkan usulan Pemkab Kutim sebelumnya.

Setelah terbangun, pengelolaan Pamsimas diserahkan kepada masyarakat setempat. Demi mendukung kebijakan Bupati Kutim terkait pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih bagi masyarakat, maka pada 2020 ini direncanakan dibangun lagi di tiga desa. Sambil terus menyampaikan usulan kepada Pemerintah Pusat agar Kutim kembali mendapat distribusi program Pamsimas lebih banyak. (hms7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here