Beranda Keagamaan Ini Panduan Bayar Zakat Fitrah Saat Pandemi COVID-19 – Tak Ada Jabat...

Ini Panduan Bayar Zakat Fitrah Saat Pandemi COVID-19 – Tak Ada Jabat Tangan, Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

396 views
0

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur (Kemenag Kutim) Drs H Nasrun MH. (ist)

SANGATTA – Pucuk pimpinan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur (Kemenag Kutim) Drs H Nasrun MH menyatakan bahwa perihal panduan Qimat Zakat Fitrah pada di 2020 ini berbeda dari biasanya. Mengikuti Surat Edaran (SE) yang telah dikeluarkan Kementrian Agama RI.

“Harus diingat bahwa di tengah kondisi pandemi (COVID-19) saat ini, maka pengumpulan dan pendistribusian zakat wajib mentaati protokoler kesehatan, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 tahun 2020,” kata Kepala Kemenag Kutim Nasrun, saat dikonfirmasi Pro Kutim, Rabu (6/5/2020).

Isi edaran tersebut antara lain diminta menghindari kontak langsung seperti berjabat tangan. Menganjurkan penggunaan layanan perbankan untuk penerimaan zakat, mendistribusikan zakat dengan cara mengantarkan langsung ke mustahik dan menghindari penggunaan kupon atau sistem lainnya. Karena berpotensi menyebabkan terjadinya keramaian.

“Tak hanya itu, petugas amil zakat diwajibkan menggunakan masker dan menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun serta tissue di lingkungan kantor,” jelasnya.

Selain itu, merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 9 Tahun 2020, zakat fitrah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum fiqih Islam yaitu 1 sha’ (gantang) makanan yang mengenyangkan. Setara dengan 2,5 kilogram beras.

Lebih jauh dijelaskan bahwa pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah dapat dilakukan oleh Panitia Amil Zakat pada masjid/mushola, lembaga/Baznas dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Sedangkan pengumpulan dan pendistribusian zakat maal/harta melalui lembaga/Badan Amil Zakat yang dibentuk secara sah sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Berikutnya pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah, infak dan shodaqoh dilaporkan ke KUA Kecamatan dengan mengisi blanko. Diharapkan Kepala KUA Kecamatan membuat rekapitulasi laporan pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian zakat yang dimaksud. Serta mengirimkannya ke Kantor Kemenag Kutim.

Sebelumnya Kemenag Kutim telah menetapkan standar besaran Zakat Fitrah dan Fidyah tahun 1441 Hijriah, pada Selasa (21/4/2020), lewat surat edaran dengan nomor 669/ Kk.16.08/BA.03.2/04/2020. Terdapat 3 ketentuan Zakat Fitrah di Kutim. Yakni pertama tingkat tertinggi Rp 40 ribu, kedua tingkat menengah Rp 35 ribu, ketiga tingkat terendah yaitu Rp 25 ribu. Sedangkan untuk zakat Fidyah sebesar Rp 25 ribu. Zakat Maal, Infak, dan Shodaqohnya bisa dibayarkan melalui Lembaga Badan Amil Zakat Nasional Kutim, UPZ bentukan BAZNAS Kutim dan Lembaga Zakat yang sah dan terdaftar di Kemenag. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here