Beranda Sosial & Kesehatan Ratusan Pegawai Kutim di Vaksinasi COVID-19 – Ada yang Menangis Hingga Pingsan...

Ratusan Pegawai Kutim di Vaksinasi COVID-19 – Ada yang Menangis Hingga Pingsan Karena Trypanophobia

590 views
0

Suasana vaksinasi di ruang aksia, GSG. (Foto: Fuji Pro Kutim)

SANGATTA – Gedung Serba Guna, Komplek Pusat Perkantoran Pemkab Kutim, Bukit Pelangi sejak Rabu (3/3/2021) kemarin hingga Kamis (4/3/2021) nampak ramai orang. Ternyata gedung yang mulai jarang difungsikan semenjak pandemi virus Corona ini digunakan untuk pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 tahap dua.

Simbolisasi program tahap lanjutan ini ditandai dengan penyuntikan vaksin kepada Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, Wabup H Kasmidi Bulang serta pejabat lainnya. Sesuai pantauan media ini, vaksinasi berjalan lancar dengan target penerima vaksin hingga ratusan orang perhari. Khusus di Gedung Serba Guna dipasok sekitar 600 vaksin untuk Pejabat, ASN, TK2D dan unsur FKPD.

Dinas Kesehatan selaku panitia penyelenggara menugaskan puluhan tenaga medis. Mulai dari petugas registrasi, verifikasi, petugas tensi dan pengukur suhu. Petugas penyuntik vaksin hingga pemberi kartu keterangan vaksinasi. Kegiatan dilangsungkan dengan mengutamakan standar protokol kesehatan.

Karena antrean yang lumayan banyak, setidaknya setiap orang bisa menghabiskan waktu antara 1 sampai 2 jam, semenjak datang hingga pulang selesai di vaksin. Dengan catatan, calon penerima vaksin harus dalam keadaan sehat.

“Vaksinasi diberikan sesuai dengan data yang masuk. Setelah melakukan registrasi, maka calon penerima vaksin akan di verifikasi, ditensi (tekanan darah), diukur suhu tubuh untuk kemudian di vaksinasi. Jika tensi tinggi, sedang flu atau demam maka vaksinasi ditunda sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Muhammad Yusuf, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim, di lokasi kegiatan.

Kendati secara umum lancar berjalan, namun bukan berarti tak dan momen yang unik dan lucu selama pelaksanaan. Ternyata ada saja saja yang Trypanophobia (ketakutan yang berlebihan terhadap tindakan medis yang melibatkan suntikan atau berhubungan dengan jarum suntik). Ada yang lemas karena masih terkejut, ada yang menangis, ada pula yang sampai pingsan karena Trypanophobia berlebihan.

“Tapi Alhamdulillah tidak ada yang kenapa-kenapa (gawat),” sebut tenaga medis yang menangani.

Penting diketahui, setelah selesai di vaksinasi, penerima vaksin akan mendapatkan Kartu Vaksinasi COVID-19. Berisi data penerima vaksin dan riwayat pemberian vaksin. Setelah sekali diberi vaksin, melewati 14 hari berikutnya akan diberi vaksin kedua.

“Jika ada gejala (keluhan) pasca pemberian vaksin silakan menghubungi nomor telpon dan nama yang ada disini (kartu vaksinasi COVID-19),” kata petugas pemberi kartu.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kadinkes Kutim dr Bahrani menjelaskan bahwa program vaksinasi tahap dua ini, pihaknya mendistribusikan sekitar 2.431 vaksin. Diperuntukkan khusus bagi pelayanan publik.

“Sekitar 600 vaksin untuk Pejabat, ASN, TK2D dan unsur FKPD. Kemudian 300 vaksinnya lagi untuk wilayah kecamatan Sangatta Utara,” ujar mantan Direktur RSUD Kudungga Sangatta itu. (hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here