Beranda Pendidikan Samakan Persepsi, Disdik Gelar Rakor Penerima DAK 2021 dan Rencana 2022

Samakan Persepsi, Disdik Gelar Rakor Penerima DAK 2021 dan Rencana 2022

62 views
0

Suasana Gelaran Rakor Penerima DAK 2021. (ist)

SANGATTA – Guna menyamakan pemahaman persepsi arah kebijakan dan singkronisasi kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dalam kerangka Data Pokok Pendidikan (Dapodik), selanjutnya bagaimana langkah- langkah kongkrit perencanaan dan pemanfaatan DAK fisik reguler bidang pendidikan tahun 2021 jenjang SMP. Kemudian, untuk perencanaan dana fisik tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan Kutim menggelar rapat koordinasi sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2021 dan rencana DAK fisik tahun 2022 sub-bidang SMP bidang pendidikan, di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Jumat (19/3/2021).

Rakor diikuti 126 peserta yang terdiri dari 63 orang Kepala Sekolah dan 63 orang operator Dapodik) jenjang SMP tersebut dibuka Wakil Bupati H Kasmidi Bulang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kutim Roma Malau.

“Dengan keterbatasan anggaran, kita mencari sumber-sumber dana yang memang ada di negara kita, salahsatunya adalah DAK, dana alokasi umum (DAU), Tugas Perbantuan (TP), serta ada program-program kementrian yang khusus atau sesuai dengan kegiatannya, bantuan keuangan provinsi dan bantuan pemikiran anggota dewan. Selain itu, juga ada dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), yang didalamnya juga ada program-progam pokok pikiran dari para wakil-wakil kita (DPRD),” kata Kasmidi.

Sebagai mana diketahui, tahun 2021 hanya 5 sekolah yang mendapatkan DAK, untuk itu Wabup berpesan agar operator Dapodik memberikan data real. Agar apa yang menjadi standar yang harus dilaporkan. Sehingga di tahun 2022 dari 63 sekolah yang hadir semua mendapatkan DAK.

“Hanya 5 sekolah yang mendapatkan DAK 2021, bukan ditentukan oleh Bupati dan Wabup serta Kepala Dinas. Namun, timnya ada di pusat. Untuk itu saya minta, terkhusus operator Dapodik harus bisa menyampaikan data sesuai dengan aturan yang jelas, sehingga di tahun 2022 banyak sekolah kita yang mendapatkan DAK,” harap Kasmidi.

Sebelumnya Kadisdik Kutim, Roma Malau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan awal untuk sosialisasi seluruh kegiatan yang memperoleh DAK tahun 2021, serta mengisi seluruh apa yang menjadi Dapodik di SMP melalui operator.

“Untuk DAK tahun 2022 semua data harus masuk paling lambat tanggal 30 Maret, secara online ke Kementrian Pendidikan. Alhamdulillah Disdik Kutim sudah 2 tahun ini online dengan Kementrian Pendidikan sehingga Disdik Kutim mendapatkan nilai yang signifikan untuk mendapatkan dana DAK. Hal tersebut berkat kerjasama seluruh operator dengan kepala sekolah,” ungkap Roma.

Lebih jauh Roma menjelaskan, Dapodik semuanya harus terinci, jika sekolah lahannya belum memiliki sertifikat, maka wajib kepala sekolah melampirkan akte surat hibah serta titik koordinat.

“Dan ini sudah 80% dari zona 3 dan 4 sudah memberikan data yang diminta,” ucap Roma.

Pada kesempatannya Roma berpesan agar semua yang hadir dapat mengikuti dengan baik rakor tersebut dan apa bila belum memahami sebaiknya bertanya kepada narasumber yang hadir dengan sejelas jelasnya. Agar apa yang dilaksanakan dapat menghasilkan yang terbaik sesuai dengan yang diharapkan. (hms15/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here