Tangkapan kamera udara (drone) landscape Langga Duae Waterfall tampak eksotis dengan dua tingkat. Foto: Aidil Putra

SANDARAN – Beberapa waktu lalu, salah satu pengiat alam bebas Kutai Timur (Kutim) Aidil Putra, baru saja mengeksplor Langga Duae Waterfall yang berada di Desa Tanjung Mangkalihat Kecamatan Sandaran. Tentunya ini menjadi satu tantangan tersendiri untuk urusan petualangan. Kepada Pro Kutim, Aidil menceritakan jika akses menuju lokasi Langga Duae Waterfall cukup berat dan menantang. Karena prosesnya panjang harus menyeberang dan masuk ke dalam lebatnya rimba hutan.

“Ada dua akses ke sana lewat darat dan juga lewat laut. Kebetulan kemarin saya lewat darat karena akses dari Kecamatan Sangkulirang ke Tanjung Mangkalihat itu susah jadi saya memutuskan lewat Kecamatan Kaubun ke Biduk-biduk (Berau) menggunakan motor trail berangkat dari Sangatta,” urainya.

Selanjutnya, dari Biduk-biduk dilanjutkan ke Teluk Sumbang. Setelah itu Simpang 3 landas atau di kilometer 8 sebelum Desa Tanjung Mangkalihat. Pintu masuknya jelas di pinggir jalan. Estimasi waktu dari pinggir jalan masuk ke lokasi mungkin sekitar satu jam karena turunan. 

“jika balik bisa 2 jam,” katanya.

Ia berharap ke depan, lokasi Langga Duae Waterfall ini dirawat oleh pihak setempat, sebab sayang jika dibiarkan. Pasalnya potensi Langga Duae Waterfall sangat mengagumkan karena memiliki pemandangan yang sangat sejuk. Airnya pun bening berwarna biru tosca. Begitu juga dengan akses jalan menuju ke lokasi harus juga diperhatikan. Ini merupakan air terjun terbesar yang ada di Kutim, bahkan Kaltim. Mempunyai dua waterfall di bawah dan di atas. Jika di Kecamatan Karangan juga ada Kembar Siapat Waterfall yang memiliki air terjun bertingkat. Kutim tidak kalah dengan Tumpak Sewu Waterfall di Lumajang Jatim.

“Jadi harus digenjot potensi keunggulan oleh pihak terkait karena bisa menjadi nilai jual ke wisatawan minat khusus,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Objek Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim Akhmad Rifanie mengutarakan bahwa Langga Duae Waterfall wajib dikunjungi karena ketinggian sekitar 16 meter dan lebar 20 meter mengalirkan air yang deras kebiruan dari atas pegunungan karst. Para wisatawan dapat merasakan sensasi dinginnya air yang jatuh ke dalam kolam yang cukup dalam. 

“Rasa lelah akan terbayarkan ketika sampai di tujuan,” ucapnya.

Pengunjung yang datang pun tidak dikenakan biaya masuk, namun jika ingin berkunjung ke sana diwajibkan dalam kondisi tubuh fit karena padatnya hutan tropis menjadi adrenalin. Jalan kaki ke dalam hutan sekitar 300 meter saja, tidak akan menyesal ketika sampai di sana. Menurut dia, di lokasi dimaksud pengunjung juga bisa belajar dan memaknai kearifan lokal daerah setempat. (hms13/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here