Beranda Kutai Timur Wabup Bangga Kutim Dijadikan Pilot Project KOICA

Wabup Bangga Kutim Dijadikan Pilot Project KOICA

219 views
0

Saat Wabup Kasmidi Bulang diwawancarai awak media. (Wahyu Pro Kutim)

SANGATTA- Dipilihnya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi pilot project atau proyek percontohan oleh Korean International Cooperation Agency (KOICA) tentunya menjadi kebanggaan tersendiri. Tak terkecuali Wabup Kutim H Kasmidi Bulang. Rasa bangga tersebut disampaikan Kasmidi usai menyerahkan paket edukasi kepada siswa-siswi di SDN 010 Sangatta Utara yang menjadi program KOICA, Rabu (12/1/2022).

“Kita harus bangga, Kutai Timur (Kutim) adalah daerah yang luar biasa. Karena tidak semua daerah bisa terpilih (program KOICA),” tegas lelaki kelahiran 1976 itu.

Kebanggaan yang dirasakan oleh Kasmidi bukan tanpa alasan. Pasalnya hanya ada dua daerah di Kaltim yang terpilih sebagai pilot project oleh KOICA, yaitu Kutim dan Kabupaten Berau. Artinya, kata Kasmidi yang Ketua PMI Kutim, sekolah di daerah ini tercatat dalam kategori baik menurut KOICA. Bahkan yang memilih SDN 010 Sangatta Utara bukan Pemkab atau Pemrov Kaltim, melainkan PMI Korea Selatan yang bekerjasama dengan KOICA.

“Luar biasa negara Korea (Selatan) sampai memikirkan negara-negara yang berkembang,” kata Kasmidi.

Kasmidi mengatakan program Koica for Kids untuk SDN 010 Sangatta Utara bertujuan untuk memupuk jiwa kemanusian anak-anak. Dengan agenda kegiatan berinteraktif bersama 100 siswa siswi yang terpilih oleh sekolah. Pastinya didampingi oleh orang tua mereka masing-masing.

Sementara itu, Wihelmus Wio Doi selaku Koordinator Koica for Kids menyampaikan, kegiatan ini di sponsori oleh agensi dari Korea Selatan bekerjasama dengan PMI Korea Selatan. Memberikan dana sosial melalui PMI Kutim untuk melaksanakan edukasi. Serta pembinaan pelatihan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah. Ia membeberkan Koica for Kids juga dilaksanakan dibeberapa provinsi terpilih. Diantaranya Jatim, Jateng, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulsel, Bali dan Kaltim.

“Di Kaltim, ada dua daerah yang menjadi pilot project-nya. Kutai Timur dan Berau. Kita diberi jatah 200 paket untuk siswa. Jadi Kutai Timur 100 paket dan Berau 100 paket,” ungkap Ewil sapaan karib Wihelmus Wio Doi.

Ewil yang juga Kabid Penanggulangan Bencana PMI Kutim memapaparkan, terpilihnya Kutim bukan berarti tidak melalui seleksi. PMI Kutim lebih dulu berjuang mengirimkan data melewati asesmen, agar diseleksi oleh PMI Pusat. Dengan kriteria sekolah-sekolah yang memiliki ekstrakurikuler kepalang merahaan. Selanjutnya terpilih SDN 010 Sangatta Utara untuk program Koica for Kids.

“Koica for Kids bakal dilaksanakan selama satu hari, Sabtu (15/1/2022) nanti dan telah diberikan paket edukasi,” tutup Ewil. (hms7/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here