Beranda Pemerintahan Musrenbangkab Kutim Harus Jadi Patokan Indikator Keberhasilan Pembangunan

Musrenbangkab Kutim Harus Jadi Patokan Indikator Keberhasilan Pembangunan

95 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam momen pembukaan Musrenbangkab Kutim untuk RPKD 2023. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan seluruh pihak untuk memperhatikan isu strategis yang mengacu pada visi misi “Menata Kutim Sejahtera untuk Semua”. Pasalnya hal tersebut menjadi tolok ukur atau indikator keberhasilan pembangunan.

“Harus memperhatikan kenyataan sekarang, memperhatikan isu yang terjadi dan memperhatikan persoalan pembangunan yang ada,” tegasnya saat membuka Musrenbang Kabupaten (Musrenbangkab) Kutim RKPD 2023 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.

Disaksikan Wabup Kasmidi Bulang, Pj Seskab Kutim Yuriansyah, Kepala Bappeda Kutim Suprihanto CES, Ketua DPRD Kutim Joni dan sejumlah perwakilan FKPD dan stakeholder yang hadir, Ardiansyah menegaskan untuk 2023 merupakan tahun ketiga RPJMD, merupakan tahun strategis. Oleh karena itu harus memaksimalkan kemampuan dan keinginan membangun Kutim.

“Harus menjadi sinergitas yang jelas pembiayaan pembangunan program yang sudah direncanakan. Untuk itu, kita tidak mengharapkan tidak sesuai dengan proyeksi pembiayaan yang kita ukur pembangunan kita,” urainya.

Selanjutnya tidak kalah penting yang menjadi tolok ukur saat ini, yakni masih dalam kondisi pandemic COVID-19. Perencanaan pembangunan harus mampu seimbang dengan kekuatan keuangan daerah. Nah, dengan meningkatnya investasi sebesar 30 persen, maka harus menjadi salah satu sarana untuk pemulihan ekonomi Kutim. Dia berharap tren ini bisa berjalan dengan apa yang diinginkan. Yaitu untuk peningkatan perekonomian rakyat Kutim.

“Jangan sampai tren investasi kita naik, namun malah justru peningkatan ekonomi rakyat turun. Semua pihak dan OPD domainnya harus menggenjot perekonomian rakyat,” jelasnya.

Untuk jadi perhatian, yakni sesuai amanat Presiden RI, pemerintah di daerah diminta memanfaatkan barang dan jasa minimal 40 persen melalui penggunaan produk lokal. Produksi UMKM, koperasi maupun lainnya.

“Kita tetap optimis meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kita menjamin pengembangan sentra ekonomi didukung publik ekonomi yang berkualitas,” tagasnya.

Untuk itu pada pada tahun keempat di pemerintahan ASKB, sambung Ardiansyah, sudah terjadi dampak positif. Jelang pemerintahan berakhir, masyarakat diharapkan bisa menikmati hasil pembangunan dengan memberikan nilai manfaat.

Musrenbang Kabupaten Kutim 2023 kali ini dibuka oleh Bupati Kutim ditandai dengan pemukulan gong. Setelah pembukaan, kegiatan musyawarah berlanjut pada tahapan-tahapan lainnya. (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here