Bupati Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan Gerakan Cinta Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutai Timur (Kutim). Foto: Ari Pro Kutim

SANGATTA – Gerakan Cinta Zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutai Timur (Kutim) mendapat dukungan dari Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman. Sebab memiliki tujuan utama menyejahterakan umat. Dukungan dimaksud disampaikan langsung oleh Ardiansyah saat meresmikan program dimaksud di Pendopo Rujab Bupati Kutim, Sabtu (23/4/2022).

Ardiansyah mengatakan dalam upaya menyukseskan Gerakan Cinta Zakat ini, BAZNAS harus segera mengingatkan para pengusaha muslim untuk menunaikan zakatnya. Begitu pula kepada ASN, BAZNAS juga mesti kembali mengumpulkan zakat mereka. Seperti di tahun sebelumnya didasari Perbup Kutim.

“Sebagai muslim yang berzakat, pasti senang. Karena setelah berzakat (uang) yang diterima sudah bersih. Semakin mudah karena zakat sudah (dihimpun) melalui UPZ,” ujar Ardiansyah. 

Ia berharap dari program-program BAZNAS itu mampu meyakinkan semua muzakki agar semangat berzakat serta menjadikan para mustahik menjadi muzakki. Ardiansyah menerangkan betapa pentingnya melakukan zakat. Pasalnya hampir semua kitab-kitab fiqih, hadis dan syariat Islam dalam bab pertamanya pasti membahas bersuci.

“Baik mensucikan diri ataupun mensucikan harta,” imbuhnya dalam kegiatan yang turut dihadiri Kepala Kemenag Kutim H Nasrun, Kadis PPR Poniso Suryo Renggono, Kadispar Nurullah, Kepala DPM-PTSP Teguh, Kadinkes dr Bahrani, Kaban Kesbangpol M Basuni, Kabag Kesra Setkab Andi Rahman, Kabag Umum Setkab Misbah, jajaran BAZNAS Kutim, para pengusaha dan undangan lainnya. 

Sebelumnya Kepala BAZNAS Kutim Masnif Sofwan menyampaikan, sebagai elemen mitra pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, BAZNAS  akan melaksanakan lima pilar program. 

“Pertama Kutim Taqwa, Kutim Sejahtera, Kutim Sehat, Kutim Cerdas dan Kutim Peduli,” ucapnya. 

Oleh karena itu ia mengajak masyarakat Kutim mendukung Gerakan Cinta Zakat, infaq dan sedekah dari harta yang diperoleh. BAZNAS Kutim menyiapkan pamflet-pamflet yang berisi nomor rekening pengumpulan, agar pembayar zakat dapat memberikan zakatnya melalui rekening tersebut. Selanjutnya menawarkan kotak-kotak ZIS di tempat-tempat yang potensial. Sehingga nantinya mempermudah untuk bersedekah. 

“Hasil pengumpulan itu dikelola secara syar’i dan dilaporkan oleh petugas khusus ke BAZNAS melalui perwakilan layanan zakat,” jelasnya. 

Acara ini dirangkai dengan tausiah tentang zakat oleh Kepala Kemenag Kutim Nasrun dan ditutup dengan buka puasa bersama serta salat Magrib berjamaah. (kopi7/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here