Beranda Kutai Timur Dilirik Nitizen, Danau Sapan Ikon Wisata Andalan Tado’an Sandaran

Dilirik Nitizen, Danau Sapan Ikon Wisata Andalan Tado’an Sandaran

213 views
0

Camat Sandaran Tri Sukadar (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

SANGATTA – Aliran sungai mengalir begitu derasnya hingga ke arah hulu Desa Tado’an, selama berabad-abad tidak berubah dan dipakai sebagai sumber air baku dan hidup warga Dayak Basap. Lantas seiring waktu masyarakat berembuk dan memutuskan membuat saluran irigasi, maka dibuatlah pada titik barat wilayah desa sebuah bendungan. Semula ukurannya tak besar, namun debit air yang tinggi membuat luasan cakupan air sekarang berukuran lebih dari satu hektare, dari total 2 hektare lokasi wisata air Danau Sapan.

Camat Sandaran Tri Sukadar pada Pro Kutim menerangkan, di bawah air yang jernih dapat dilihat jelas begitu banyak varietas ikan sapan (mahseer, red), dari situlah kemudian tersebut nama Danau Sapan. Tahun 2000 danau dibangun dengan pembentukkan dinding dan penataan kontur. Pada 2017 disentuhlah dengan program-program pembangunan melalui APBDes, untuk memenuhi sedikit demi sedikit kebutuhan tempat wisata.

“Jujur kami membutuhkan uluran tangan atau perhatian lebih dari Pemkab Kutim melalui Dinas Pariwisata. Danau Sapan ini aset wisata Kutim, dilirik nitizen dan ikon Sandaran,” jelasnya.

Memiliki moto “Bangga Suka Desa” atau Pembangunan Keluarga yang Menghadirkan Suasana Kota di Desa, terbukti dengan hadirnya berbagai pelengkap penunjang wisata, Danau Sapan yang berada dipinggiran hutan dekat pemukiman warga dayak memang menjadi indah untuk dijadikan destinasi wisata alam. Dua perahu kano dan sepeda air angsa, bahkan menjadi rebutan warga yang hendak menikmati danau asri dengan air dinginnya dari pegunungan karst.

“Antusias warga yang tinggi, membuat pihak pengelola dari desa membatasi dengan cara menggilir pengunjung untuk menggunakan perahu kano dan sepeda air angsa. Setiap minggu objek wisata ini jadi jujukan warga Sandaran untuk berlibur. Ketika Bhayangkara Over Land Kutim 2022, tidak saja peserta dari Kutim, ada pula dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegera dan mereka menikmati serta mengeksplore danau,” ujarnya.

Tentu hal itu berdampak pada diliriknya danau yang indah dan asri tersebut oleh para nitizen di Kaltim maupun luar Kaltim. Pandemi COVID-19 juga menghempas pihak Kecamatan dan Desa. APBDes untuk Dana Desa juga terkuras ke BLT. Membuat upaya menopang pengembangan pariwisata menjadi terganggu, untuk itu dukungan moral dan materil dari pemerintah dapat dioptimalkan.

Sementara ini masyarakat Desa Tado’an terus melakukan gotong royong bersama. Membersihkan danau pada tiap minggunya. Di sisi pinggiran danau, serta membuat pusat kuliner dan cenderamata di sisi kiri danau. Upaya dan kesadaran itulah, yang menjadi modal dasar masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah.

Dibutuhkan dorongan besar pada masyarakat untuk tetap menggelorakan semangat mulia tersebut. Maka tak salah kemudian pada Senin (13/6/2022) dilaksanakan pencanangan desa wisata oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman. Bupati dalam kunjungannya ke Tado’an, juga meresmikan pembangunan kantor desa dan klinik desa yang dipergunakan bagi warga setempat. Ditandai dengan penandatanganan tiga prasasti dari kayu. Masing-masing untuk peresmian Pencanangan Desa Wisata, Desa Tado’an, peresmian Kantor Desa Tado’an dan peresmian Puskesmas Pembantu Desa Tado’an. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here