Beranda Kutai Timur Seminar Kajian Peningkatan Produktivitas Hasil Perkebunan Rakyat – Balitbang Kutim Gali Formulasi...

Seminar Kajian Peningkatan Produktivitas Hasil Perkebunan Rakyat – Balitbang Kutim Gali Formulasi untuk Rekomendasi Kebijakan

97 views
0

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kutim mengadakan Seminar Awal Kajian Peningkatan Produktivitas Hasil Perkebunan Rakyat, Selasa (4/10/2022). Foto: Nasrudin Pro Kutim

SANGATTA- Rencana Strategis (Renstra) pembangunan perkebunan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan selalu berpedoman kepada Rencana Kerja Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RKPJMD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Selanjutnya, agar dapat mengurai tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam peningkatan produktifitas hasil tanaman perkebunan rakyat di Kutim, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kutim mengadakan Seminar Awal Kajian Peningkatan Produktivitas Hasil Perkebunan Rakyat, Selasa (4/10/2022)

Kegiatan yang digelar di Lantai 2, Gedung Serba Guna (GSG) Kawasan Pusat Perkantoran Pemkab Kutim di Bukit Pelangi ini diikuti para pihak terkait. Mengundang narasumber dari Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutim. Peserta seminar yang hadir dari organisasi perangkat daerah (OPD). Diantaranya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perkebunan (Disbun), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian (Distan), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) serta para peneliti Balitbang.

Kepala Balitbang Kutim Aji Wijaya Effendi menjelaskan, fokus Kecamatan Sangkulirang yang bakal menjadi lokasi penyelenggaraan Sail Sangkulirang 2024 sebagai ajang promosi maritim dan hasil perkebunan rakyat, juga ikut memenuhi promosi di sektor perkebunan. Maka dari itu, Sangkulirang dijadikan fokus utama seminar kali ini.

Menurut dia, produk unggulan daerah adalah berupa barang maupun jasa yang dihasilkan oleh koperasi, usaha skala kecil dan menengah yang potensial untuk dikembangkan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh daerah. Sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya lokal serta mendatangkan pendapatan bagi masyarakat maupun pemerintah.

“Diharapkan ini menjadi kekuatan ekonomi bagi daerah dan masyarakat setempat. Sebagai produk yang potensial memiliki daya saing, daya jual dan daya dorong menuju dan mampu memasuki pasar global,” harapnya.

Ia menambahkan perkebunan rakyat di Kutim sangat potensial. Sehingga perlu pengelolaan yang lebih baik. Karena umumnya pengelolaannya masih menerapkan teknik dan manajemen usaha yang sederhana dalam menjalankan usaha para petani perkebunan rakyat.

“Hendaknya mengacu pada sistem intensifikasi pertanian yang memanfaatkan teknologi pertanian sebagai pendukung panca usaha tani. Sehingga akan mendapatkan produksi yang maksimal,” tambahnya.

Sebelumnya Kabid Pemerintahan Pengkajian Peraturan Sosial dan Kependudukan M Yusufsyah menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakannya kajian peningkatan produktifitas hasil perkebunan. Yaitu adalah memberikan informasi dan data tentang masalah-masalah yang dihadapi dalam peningkatan produktifitas hasil tanaman perkebunan rakyat di Kutim, khususnya Kecamatan Sangkulirang. Selain itu memberikan solusi pemecahan dalam peningkatkan produksi dan hasil perkebunan rakyat di Kecamatan Sangkulirang.

“Sehingga dapat dijadikan sebagai rujukan informasi dan rekomendasi bagi stakeholder pengambilan kebijakan dalam pengembangan dan peningkatan produktifitas perkebunan rakyat di Kabupaten Kutai Timur. khususnya Kecamatan Sangkulirang,” jelasnya. (kopi14/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here