Beranda Kutai Timur Jemput Bola Cara Belajarku, Antar Vita Jadi Camat Terbaik Se-Kutim 

Jemput Bola Cara Belajarku, Antar Vita Jadi Camat Terbaik Se-Kutim 

362 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan piagam penghargaan kepada Camat Terbaik Tingkat Kabupaten Kutim Vita Nur Hasanah. Foto: Wahyu Yuli Pro Kutim

SANGATTA- Program “Jemput Bola Cara Belajarku” menjadi inovasi dari Camat Sangatta Selatan Vita Nurhasanah menjadi yang terbaik, pada penilaian Camat Terbaik Tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Selanjutnya Vita, sapaan karib Vita Nurhasanah akan mewakili Kutim di Tingkat Provinsi Kaltim 2022. Piagam penghargaan kepada diserahkan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman usai upacara peringatan Hari Jadi ke-23 Kutim yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Kutim, Rabu (12/10/2022).

“Untuk penilaian camat berprestasi kita dinilai seperti  berdasarkan tupoksi, administratif dan delegatif. Pemberdayaan masyarakat serta perencanaan dan penganggaran,” ujarnya ditemui Pro Kutim. 

Ditambahkan alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor tersebut, inovasi aksi Jemput Bola Aksi Belajarku merupakan upaya yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan bekerja sama dengan relawan. Memberikan pelayanan pendidikan kepada 26 anak di Dusun Melawan Desa Persiapan Pinang Raya. Ada pun sasaran yang dituju yakni anak-anak usia 4 hingga 16 tahun.

“Dalam segi pembiayaan program ini 100 persen disupport (didukung, red) oleh pihak mitra pemerintah. Dalam hal ini perusahaan Indominco Mitra Mandiri (IMM). Selain itu baru-baru ini kami juga mendapatkan bantuan meja belajar dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kutim,” bebernya. 

Selanjutnya, program yang sudah berjalan selama dua tahun ini juga dimanfaatkan pemerintah kecamatan untuk melakukan pelayanan lainnya kepada masyarakat di wilayah tersebut. Seperti terkait kependudukan dan kesehatan. Meliputi imunisasi dan pemeriksaan kesehatan serta pemberian vitamin kepada anak. Termasuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

“Kenapa Dusun Melawan, karena akses masyarakat untuk menu fasilitas pendidikan saat ini tidak memungkinkan. Makanya kami melaksanakan pendampingan. Dari 26 anak yang kami berikan program sudah ada yang mengikuti tes kejar paket,” pungkasnya (kopi6/kopi13/kopi3).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here