Beranda Kutai Timur Di Konfercab VIII PMII Kutim, Ardiansyah Sebut Organisasi Wadah Pengembangan Diri !

Di Konfercab VIII PMII Kutim, Ardiansyah Sebut Organisasi Wadah Pengembangan Diri !

520 views
0

Suasana Konfercab VIII PMII Kutim di ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten Kutim, Kamis (5/1/2023). Foto: Vian Pro Kutim

SANGATTA- Sebagai generasi muda calon pemimpin masa depan, terlibat dalam berorganisasi itu sangat penting. Karena organisasi menjadi wadah aktualisasi bagi pengembangan kepribadian diri. Menurut Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman, dalam berorganisasi terjadi interaksi sosial, adu gagasan, kerjasama dalam “satu teamwork”. Sikap saling menghargai satu sama lain demi mewujudkan cita-cita organisasi.

Ardiansyah mengatakan banyak tokoh dan pemimpin bangsa lahir dan besar dari organisasi pergerakan. Sebagai contoh Presiden RI pertama Soekarno yang aktif dalam Partai Nasional Indonesia (PNI), Soetomo dengan Budi Utomo, HOS Tjokroaminoto melalui Sarekat Islam. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, Ahmad Dahlan lewat Muhammadiyah. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Nahdlatul Ulama.

“Semua adalah contoh pemimpin-pemimpin bangsa yang lahir dari organisasi pergerakan,” jelas Ardiansyah Sulaiman saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) VIII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di ruang Meranti, Sekretariat Kabupaten Kutim, Kamis (5/1/2023).

Bahkan dengan tegas, Ardiansyah menjelaskan bahwa berorganisasi memiliki banyak manfaat yang bisa diperoleh. Diantaranya memperluas pergaulan, meningkatkan wawasan atau pengetahuan, membentuk pola pikir yang lebih baik. Selanjutnya menjadi kuat dalam menghadapi tekanan, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, melatih kepemimpinan (leadership). Disiplin mengatur waktu serta memperluas jaringan (networking).

Untuk itu Ardiansyah berharap, melalui organisasi para generasi muda bisa tumbuh menjadi pemimpin yang baik di masa datang. Selanjutnya kepada seluruh pengurus dan anggota PMII cabang Kutim, Ardiansyah mengajak untuk bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Menjadi agen perubahan menuju Kutim lebih baik, sejahtera untuk semua.

Di akhir sambutannya, Ardiansyah menyampaikan selamat melaksanakan konferensi cabang VIII. Dia berharap konferensi ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya, tak hanya bagi PMII tetapi seluruh masyarakat Kutim.

Sebelumnya Ketua PMII Cabang Kutim Muhammad Gustian meyampaikan bahwa tema yang diusung dalam Konfercab VIII kali ini adalah “Transportasi Kepemimpinan PMII Dalam Membangun Keberadaban”. Gustian melanjutkan, dalam membangun keberadaban yang lebih baik, tidak ada lagi pengotak-kotakan, harus sinergi, bahu membahu demi kesejahteraan bersama.

“Kaum muda hendaknya jangan berjuang secara terkotak-kotak, hasilnya nanti tidak baik. Jangan ada lagi yang mengatakan, warna organisasinya biru, hijau, merah atau kuning. Semua bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Gustian yang telah memimpin PMII cabang Kutim periode 2021-2022 ini berharap dalam Konfercab VIII ini menghasilkan pengurus yang loyal kepada organisasi. Demi kemajuan PMII Cabang Kutim lebih baik di masa depan.

“Dalam Konfercab VIII ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, selain pemilihan kepengurusan periode 2023-2024, juga digelar dialog publik. Dengan tema ‘Mencegah Ironi, Mengatasi Polarisasi, Mengedukasi Demokrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu dan Polres Kutim. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini