Beranda Kutai Timur Setelah Pulau Miang, Rawa Gabus Jadi Lokasi Kedua KBN

Setelah Pulau Miang, Rawa Gabus Jadi Lokasi Kedua KBN

384 views
0

Rawa Gabus ditetapkan menjadi lokasi kedua KBN. Foto: istimewa

SANGATTA – Program Kampung Bahari Nusantara (KBN) di Kabupaten Kutim akan bertambah selain Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang. Kini terpilih lokasi kedua di wilayah Desa Sangatta Selatan, tepatnya Rawa Gabus dipilih untuk menjadi KBN. KBN merupakan program dari TNI AL untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir. Selain itu, program ini juga sebagai upaya pemberdayaan wilayah pertahanan laut yang dilaksanakan di wilayah kerja Lanal Sangatta.

Untuk memastikan persiapan pembangunan KBN Rawa Gabus TNI AL Sangatta menggelar rapat koordinasi yang membahas mengenai pembangunan Rawa Gabus sebagai KBN berikutnya, Rabu (15/03/2023) lalu.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk Ketua DPRD Kutim Joni, serta tokoh masyarakat dan agama. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan pembangunan KBN berhasil dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Dimana pada pembangunan KBN ini, akan ada 5 klaster utama yang dibangun, yaitu Klaster Pendidikan, Ekonomi, Pariwisata, Kesehatan, dan Pertahanan. Pembangunan kelima klaster ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi Rawa Gabus sebagai KBN,” ujar Danlanal Sangatta Letkol laut (P) Shodikin.

Ia pun menekankan pentingnya pembangunan KKBN di Rawa Gabus dalam meningkatkan potensi ekonomi dan pariwisata di Kutim. la pun mengajak semua pihak yang terlibat untuk bekerja sama dalam mewujudkan pembangunan ini dengan penuh semangat dan dedikasi.

“Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam membahas rencana pembangunan Rawa Gabus menjadi KBN. Diharapkan, melalui pembangunan ini, potensi Rawa Gabus dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kutim,” ungkapnya.

Dalam dialog bersama, para peserta rapat membahas berbagai aspek terkait pembangunan KBN seperti perencanaan, anggaran, dan tata kelola. Selain itu, rapat ini juga menjadi forum bagi masyarakat, agama, dan adat untuk menyampaikan aspirasi dan harapan mereka terkait pembangunan ini dalam suasana yang akrab dan penuh kehangatan.

Acara ini diakhiri dengan peninjauan langsung ke lokasi KBN, dimana para peserta dapat melihat kondisi lapangan dan memahami lebih lanjut mengenai potensi yang ada. Melalui rapat koordinasi yang informatif dan menarik ini, diharapkan pembangunan Rawa Gabus sebagai KBN dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kutim. (kopi7/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini