Beranda Kutai Timur Gerakan dari Desa, Bupati Kutim Letakkan Batu Pertama Koperasi Merah Putih

Gerakan dari Desa, Bupati Kutim Letakkan Batu Pertama Koperasi Merah Putih

184 views
0

SANGATTA – Di bawah langit Sangatta yang teduh, gema semangat kemandirian bergema dari halaman Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (17/10/2025). Di sanalah Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, menancapkan tonggak awal pembangunan Gerai dan gudang Koperasi Desa Merah Putih. Simbol lahirnya gerakan ekonomi baru yang bertumpu pada gotong royong masyarakat desa.

Kegiatan ini bukan hanya seremoni. Ia merupakan bagian dari gerakan nasional peletakan batu pertama secara serentak di 800 titik di seluruh Indonesia, disaksikan secara daring bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yanri Sutanto, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, serta Ketua Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Seluruhnya menegaskan arah baru pembangunan nasional. Yakni menguatkan ekonomi rakyat dari akar rumput, memperkokoh ketahanan bangsa lewat pemberdayaan desa.

Gerakan ini menindaklanjuti Program Nasional Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025 lalu. Program tersebut menargetkan pendirian 80.000 koperasi desa di seluruh penjuru negeri, menjadikannya fondasi baru kebangkitan ekonomi rakyat yang berlandaskan kemandirian, kebersamaan, dan gotong royong.

Di Kutim, acara berlangsung khidmat dengan kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Antara lain Komandan Kodim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, Camat Sangatta Utara Hasdiah, dan Kepala Desa Singa Gembara Amriani Kassa. Kehadiran mereka menandai satu suara: membangun desa berarti memperkuat republik.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya proyek ekonomi, melainkan gerakan moral untuk membangkitkan kemandirian rakyat.

“Pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa. Melalui koperasi, kita dorong masyarakat agar mandiri, berdaya, dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Koperasi Merah Putih ini adalah gerakan moral sekaligus gerakan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Ardiansyah menambahkan, arah program ini sejalan dengan visi Pemkab Kutim yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai poros pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, mendorong agar koperasi menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku UMKM untuk tumbuh bersama dan menumbuhkan kesejahteraan yang merata.

“Program ini bersinergi dengan visi Pemkab Kutim dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis desa. Kami ingin koperasi ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk tumbuh bersama, berinovasi, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.

Ia berharap, Koperasi Desa Merah Putih kelak menjadi soko guru ekonomi pedesaan, penggerak struktur ekonomi yang tangguh, serta pilar kemandirian masyarakat.

“Dengan koperasi, kita perkuat ekonomi rakyat. Harapan saya, dari desa seperti Singa Gembara inilah akan lahir kemandirian ekonomi yang memberi kontribusi besar bagi kemajuan Kutim,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Singa Gembara Amriani Kassa menyampaikan rasa syukur desanya dipercaya sebagai salah satu titik pelaksanaan program nasional ini.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih. Semoga koperasi ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan anggota dan warga desa,” ujarnya.

Gerakan “Dari Desa untuk Indonesia” yang diusung Koperasi Merah Putih bukan sekadar slogan. Ia mencerminkan kesadaran baru bahwa pembangunan bangsa berawal dari desa yang berdaya. Dari tangan-tangan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil, diharapkan lahir ketahanan ekonomi yang kokoh, membangun Indonesia dari akar terdalamnya. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini