Pelaksanaan operasi katarak gratis gelaran Dinkes Kutim bekerja sama dengan PERDAMI. Foto: Bagus/Pro Kutim
MUARA WAHAU – Selain sukses melaksanakan operasi katarak massal pada Sabtu (29/11/2025), kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Muara Wahau juga menyoroti upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk membangun layanan kesehatan mata yang berkelanjutan melalui Vision Center.
Kepala BLUD Puskesmas Muara Wahau 2, drg. Gusmawati, selaku tuan rumah kegiatan, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Tim PERDAMI Kaltim-Kaltara. Beliau menekankan bahwa Baksos ini sangat bermanfaat karena warga kini tidak perlu jauh-jauh lagi ke Sangatta untuk mendapatkan screening dan tindakan operasi katarak.
Dalam sambutannya, Ketua Tim PERDAMI Kaltim-Kaltara, dr Pikasa Retsyah Dipayana, memastikan bahwa organisasi profesi dokter mata ini memiliki program bakti sosial minimal setahun sekali untuk menjangkau daerah-daerah yang belum memiliki spesialis mata, termasuk di Kutim.


Kerja sama Pemkab Kutim dan PERDAMI dalam Baksos ini mencakup sinergi pendanaan, di mana Pemkab menanggung akomodasi Tim PERDAMI dari APBD 2025, sementara PERDAMI menanggung tenaga pelaksana teknis, peralatan, dan bahan habis pakai operasi. Tim teknis PERDAMI sendiri melibatkan sekitar 13 rombongan ahli dari Samarinda dan Balikpapan.
Meskipun sukses dalam Baksos, drg Gusmawati menyampaikan bahwa Puskesmas Muara Wahau 2 saat ini menghadapi tantangan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan mata sehari-hari.
“Kami sampaikan kepada lintas sektor, Dinas Kesehatan sudah menitipkan alat Indera Vision Center yang harganya luar biasa. Namun, tenaga terlatih untuk mengoperasikan alat tersebut belum ada,” ungkap drg Gusmawati.

Oleh karena itu, Puskesmas Muara Wahau 2 sangat mengharapkan adanya koordinasi lebih lanjut agar tenaga mereka dapat dilatih. Selain itu, muncul usulan agar Dokter Spesialis Mata dapat dijadwalkan datang setiap bulan ke Muara Wahau, memanfaatkan fasilitas Vision Center yang sudah ada, serta OPTIC yang sudah bekerja sama dengan BPJS di wilayah tersebut.

Harapan ini sejalan dengan komitmen Pemkab Kutim dan PERDAMI untuk tidak hanya menyelesaikan masalah katarak secara insidental, tetapi juga membangun layanan kesehatan mata yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat daerah terpencil.(kopi5/kopi13/kopi3)





























