Beranda Kutai Timur Dari Mimbar Natal BAMAG, Bupati Kutim Serukan Ketahanan Keluarga

Dari Mimbar Natal BAMAG, Bupati Kutim Serukan Ketahanan Keluarga

57 views
0

Suasana perayaan Natal BAMAG Kutim dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Foto: Irfan/Pro Kutim

SANGATTA – Suasana khidmat menyelimuti Gereja Toraja Imanuel, Jalan Selamat 2 pada Kamis (22/1/2026) malam. Ratusan jemaat dari berbagai denominasi (kelompok keagamaan) gereja berkumpul dalam perayaan Natal Bersama yang diinisiasi oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Acara ini merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi gereja, mulai dari Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dan Gereja Masehi ADVENT Hari Ketujuh. Hadir langsung dalam momentum tersebut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Junarko.

Ketua BAMAG Kutim, Pendeta Yesaya Poluan Pelleng, dalam sambutannya menekankan makna kehadiran Tuhan.

“Kehadirannya dalam menyelamatkan unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga,”sebutnya.

Selanjutnya, sejalan dengan sub-tema perayaan, ia menegaskan bahwa keluarga yang telah diselamatkan Tuhan.

“Hal inilah momentum dalam keimanan kita harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah untuk membangun “Kutim Hebat”,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pendeta Firman Gea dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran seluruh jemaat yang hadir dalam momen perayaan Natal bersama.

“Momentum ini menjadi wadah persatuan yang sangat berharga bagi umat Kristiani di Kutim,” singkatnya.

Sementara itu, dalam arahan yang sarat akan pesan moral, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi sosial terkini di Kutim. Meski angka pertumbuhan ekonomi Kutim cukup tinggi mencapai 10 persen dan jauh melampaui rata-rata daerah lain, Bupati mengingatkan bahwa kesejahteraan finansial sering kali membawa akses negatif jika tidak dibentengi dengan iman.

“Kondisi kita sekarang ini bisa dikatakan baik-baik saja, tapi juga bisa dikatakan tidak baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi kita tinggi, uang banyak berputar, namun di lapangan kita masih menemukan persoalan perundungan anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga kekerasan terhadap anak,” ungkap Bupati Ardiansyah.

Bupati menyoroti bahwa masalah sosial tersebut tidak memandang satu agama tertentu, melainkan menjadi tantangan kolektif bagi seluruh pemuka agama. Ia mencontohkan berbagai kasus miris yang terjadi di lapangan, mulai dari konflik internal keluarga hingga masalah intoleransi di tingkat akar rumput.

Sebagai solusi fundamental, Bupati Ardiansyah mengajak seluruh pemuka agama dan jemaat yang hadir untuk meningkatkan ketaatan terhadap ajaran agama masing-masing. Menurutnya, agama adalah benteng terakhir dalam menyelamatkan keluarga dari kerusakan moral.

“Saya bertanggung jawab sebagai Bupati, begitu juga para pendeta bertanggung jawab terhadap jemaatnya. Mari kita berikan arahan agar jemaat fokus pada ketaatan beragama. Sebab, ketaatan itulah yang akan menghilangkan penyakit masyarakat dan tempat maksiat yang tumbuh akibat gaya hidup konsumtif,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Ardiansyah mengucapkan selamat merayakan Natal dan menyambut tahun baru bagi seluruh umat Kristiani. Ia berharap perayaan ini tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan menjadi pedoman bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat untuk hidup harmonis di bawah naungan aturan Tuhan dan aturan negara.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini