Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan arahan di Bukber di Masjid Besar As-Salam. Foto: Dewi/Pro Kutim
BENGALON – Bupati Kutai Timur (Kutim)meresmikan Masjid As-Salam sebagai masjid besar Kecamatan Bengalon dalam rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah, Jumat (13/3/2026). Di tengah suasana khidmat dan guyuran hujan lebat, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta sektor industri terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi bertahan hingga Juni mendatang.
Peresmian ditandai dengan pembukaan tirai oleh Bupati di hadapan unsur DPRD, tokoh agama, serta jemaah yang memadati masjid yang kini berstatus Masjid Jami tersebut. Dalam sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur meski cuaca ekstrem tengah melanda wilayah Kalimantan Timur.
“Jangan mencela hujan, karena ini adalah rahmat. Namun, kita harus tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air sungai akibat cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan,” ujar Bupati.

Terkait kondisi cuaca tersebut, Bupati secara khusus memberikan instruksi kepada perusahaan tambang dan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah Bengalon. Ia meminta pihak swasta melakukan langkah mitigasi lingkungan yang serius agar aktivitas industri tidak memperparah dampak cuaca bagi permukiman warga.
“Perusahaan harus memastikan jalur air tertata dengan baik. Jangan sampai aliran air dari kawasan industri masuk dan merugikan permukiman masyarakat,” tegasnya.
Camat Bengalon, Muhammad Harun al-Rasyid, mengapresiasi antusiasme warga yang tetap hadir di Masjid As-Salam meski hujan turun cukup lebat. Menurutnya, kehadiran masyarakat dan dukungan dari berbagai organisasi serta perusahaan setempat menjadi bukti solidnya kebersamaan di tingkat kecamatan.

Sebelumnya, selain agenda peresmian dan silaturahmi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim turut menyalurkan bantuan sosial melalui program “Ramadan Bahagia”. Sebanyak 600 paket bantuan diberikan kepada warga Kecamatan Bengalon yang membutuhkan.
Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan dan Institusi Baznas Kutim, Muhammad Abdullah, menjelaskan bahwa target penyaluran paket bantuan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.
“Tahun ini kami menargetkan 5.000 paket Ramadan Bahagia di seluruh kecamatan di Kutai Timur, naik dari angka 4.000 paket pada tahun sebelumnya,” kata Abdullah.

Ia juga mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang telah mencapai nisab untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi, guna memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat prasejahtera.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan tersebut ditutup dengan doa bersama dan penyerahan bantuan secara simbolis. Di penghujung kegiatan, Bupati mengingatkan para jemaah untuk mengoptimalkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah, sembari tetap menjaga keselamatan diri dari potensi bencana alam di lingkungan masing-masing.(kopi15/kopi13/kopi3)































