Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menghadiri undangan Bukber Keluarga Kerukunan Wajo (KKW) sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim.Foto: Irfan/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timurn (Kutim) mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kedaerahan, untuk memperkuat kebersamaan di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional. Penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang signifikan memaksa pemerintah melakukan skala prioritas demi menjaga keberlangsungan program pembangunan.
Hal tersebut mengemuka dalam acara buka puasa bersama (Bukber) Pemerintah Kabupaten Kutim dengan Kerukunan Keluarga Wajo (KKW) Kutim di Jalan Antrasit, Perum Bukit Batu Bara, Jumat (13/3/2026). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua KKW Sukiman, serta jajaran pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kutim.

Wakil Bupati Mahyunadi mengungkapkan bahwa saat ini APBD Kutim mengalami “degradasi” atau penurunan yang cukup tajam dibandingkan saat perencanaan awal program pemerintah. Kondisi ini, menurutnya, tidak lepas dari kebijakan efisiensi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“APBD kita saat ini tidak sampai separuh dari posisi saat visi-misi disusun yang kala itu di atas Rp 10 triliun. Penurunan ini terjadi di seluruh Indonesia karena situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja,” ujar Mahyunadi.
Mengutip arahan Presiden dalam rapat koordinasi di Bogor, Mahyunadi menjelaskan bahwa pemerintah pusat tengah fokus pada penguatan ketahanan pangan dan pertahanan nasional. Hal ini berdampak pada pemangkasan serta efisiensi anggaran di tingkat daerah, meski produksi komoditas utama daerah seperti batu bara tetap stabil.
“Kita harus melakukan efisiensi agar 50 program prioritas tetap berjalan secara merata meskipun tidak bisa maksimal secara sekaligus. Kami berharap masyarakat dapat memaklumi penundaan beberapa agenda pembangunan akibat kondisi fiskal ini,” tambahnya.


Meski demikian, Mahyunadi memastikan pemerintah tetap berupaya mencari solusi, termasuk melalui skema bantuan keuangan atau jalur koordinasi lainnya agar kebutuhan mendasar masyarakat tetap terpenuhi.
Di sisi lain, Ketua KKW Kutim, Sukiman, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Saat ini, KKW tengah melakukan penguatan internal melalui pendataan anggota di tingkat kecamatan.

“Kami sudah memulai pendataan di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Masih ada 16 kecamatan lain yang menunggu giliran. Kami ingin kelompok warga Wajo bisa mengambil andil nyata dalam membangun Kutim,” kata Sukiman.
Ketua Harian KKSS Kutim, Asbudi, turut mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah yang konsisten menjalin komunikasi dengan warga perantauan asal Sulawesi Selatan.

“Ikatan emosional yang terjaga antara pemimpin dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah, terutama pasca-kontestasi politik,” singkatnya.
Acara ditutup dengan pemberian santunan KKW kepada perwakilan anak yatim yang hadir dan salat magrib berjamaah.(kopi13)































